KEDIRITIMES - Semakin hari kondisi Kabupaten Kediri Jawa Timur terbilang cukup memprihatinkan terhadap penyebaran kasus Covid-19. Bagaimana tidak, angka terkonfirmasi positif Covid-19 terus bertambah. Kini, jumlah tersebut telah tembus diangka 3. 422 kasus. Total jumlah tersebut meliputi 2.873 orang dinyatakan sembuh, 308 orang dinyatakan meninggal dunia dan 241 orang dalam masa perawatan.
Sementara itu, dengan jumlah 241 orang masih dalam masa perawatan tersebut membuat 3 Rumah Sakit (RS) rujukan yang telah ditunjuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dalam menangani pasien terkonfirmasi positif Covid-19 alami penuh sesak.
Baca Juga : Pelaksanaan Vaksinasi Kota Kediri, Berikut Persyaratan yang Harus Diperhatikan
Pun demikian dengan keadaan RS darurat Nur Aini Tulungredjo Pare Kabupaten Kediri yang baru saja dioprasikan pada 24 Januari 2021 kemarin juga ikut sesak. Dari total kapasitas penampungan RS darurat, kini RS Nur Aini tersebut telah terisi separuhnya.
"Iya kini RS Nur Aini telah terisi 25 pasien dari total kapasitas tampung ruang isolasi sejumlah 50 pasien," kata dr Yahya selaku penanggung jawab RS darurat, Senin (1/2/2021).
Disatu sisi, dr Yahya juga membeberkan jika kondisi RS rujukan seperti RS Simpang Lima Gumul (SLG), RSKK Pare dan HVA Tulungredjo Pare telah melebihi target kapasitas ruang isolasi sebesar 90 persen dari target standarisasi yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) atau organisasi kesehatan dunia yang harus mencapai di bawah 60 persen.
Atas gambaran yang telah dijelaskan tersebut dr Yahya kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak menganggap remeh dengan keberadaan Covid-19.
Baca Juga : Hasil PPKM Tahap Pertama, Ekonomi Turun, Covid-19 Naik
"Tetap patuhi Protokol Kesehatan nya (Prokes). Karena mau ditambah ruang isolasi berapapun juga kalau tidak ada ada kepatuhan prokes masyarakat, ruang isolasi tidak akan mencukupi," terangnya.