Tagana Kota Malang Dirikan Dapur Umum saat Bencana Longsor di Kawasan Sulfat | Jatim TIMES

Tagana Kota Malang Dirikan Dapur Umum saat Bencana Longsor di Kawasan Sulfat

Jan 20, 2021 20:34
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Peny Indriani saat ditemui pewarta beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. JatimTimes) 
Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Peny Indriani saat ditemui pewarta beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. JatimTimes) 

MALANGTIMES - Tagana (Taruna Tanggap Bencana) Kota Malang yang berada di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang mendirikan dapur umum di dalam Posko Terpadu dekat lokasi terjadinya longsor di Perumahan Griya Sulfat Inside, Jalan Sadang, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. 

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang Peny Indriani mengatakan, bahwa untuk penanganan bencana di Kota Malang pihaknya melalui Tagana Kota Malang telah menyalurkan bantuan dan pendirian dapur umum. 

Baca Juga : Penuhi Keperluan Korban Banjir, PMI Jember Dirikan Dapur Umum

"Sementara untuk pendirian dapur umum hanya di wilayah Bunulrejo yang ada korban jiwanya," ungkapnya ketika dikonfirmasi pewarta, Rabu (20/1/2021). 

Namun, seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa korban longsor dan hanyut terbawa arus Sungai Bango atas nama Roland Sumarna sudah diketemukan pada hari Rabu (20/1/2021) di Bendungan Sengguruh. 

Bersamaan dengan diketemukannya korban, disampaikan Peny, dapur umum yang disediakan oleh Tagana Kota Malang melalui Dinsos-P3AP2KB Kota Malang untuk hari ini Rabu (20/1/2021) ditiadakan. 

"Sepertinya jenazah (Roland Sumarna, red) sudah ketemu. Berarti dapur umum nanti (saat ini, red) ditutup," ujarnya. 

Sementara itu terkait teknis pelaksanaannya, Kepala Tagana Kota Malang Joko Anung Priyanto menjelaskan, bahwa memang pada setiap kejadian bencana, tim Tagana Kota Malang selalu hadir untuk memasok dan menyediakan makanan untuk kebutuhan para relawan dan korban. 

"Jadi setiap ada insiden kita menyiapkan makanan yang dibutuhkan teman-teman, baik itu relawan yang mengerjakan pencarian, maupun dari korban," jelasnya ketika ditemui di lokasi dapur umum yang didirikan di Posko Terpadu. 

Baca Juga : Antisipasi Pengembang Ngawur, Pemkot Malang Perketat Awasi Pengembang

Lanjut Anung, bahwa berapapun jumlah relawan dan korban, dapur umum yang dibawa kendali Dinsos-P3AP2KB Kota Malang siap menyediakan berapapun kebutuhannya. 

"Setiap insiden, berapapun relawannya, berapapun korbannya sudah kita persiapkan untuk logistik maupun makanannya. Bila kurang akan kita tambah lagi," terangnya. 

Sementara ini disampaikan oleh Anung, dapur umum yang didirikan di Kota Malang untuk penyediaan kebutuhan makanan bagi para relawan dan korban hanya tersedia satu. 

"Karena ini kasusnya satu, ya satu ini dapur umumnya. Untuk kejadian ini menyiapkan satu dapur umum. Yang lain yang tidak ada kaitannya dengan orang hilang itu kan kita hanya mensuplai bahan dasar saja," pungkasnya.

Topik
Dinsos P3AP2KB Kota Malang Tagana Kota Malang Dapur Umum dapur umum dinsos

Berita Lainnya