Bupati Malang Sanusi saat menanggapi tudingan tumbal politik yang disampaikan oleh salah satu kandidat calon Ketum Askab PSSI Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Bupati Malang Sanusi saat menanggapi tudingan tumbal politik yang disampaikan oleh salah satu kandidat calon Ketum Askab PSSI Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang Sanusi dengan tegas membantah adanya tudingan tumbal politik dalam Kongres Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Malang, Kamis (14/1/2021).

”Endak, tidak ada. Itu tidak ada (tumbal politik,red),” tegasnya saat dikonfirmasi media online ini, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga : Jam Buka Warung dan Pertokoan di Lumajang Diatur Melalui Instruksi Bupati

Seperti yang sudah diberitakan, salah satu kandidat calon tetap Ketua Umum (Ketum) Askab PSSI Kabupaten Malang periode 2021-2025 Muhammad Syaroni, menuding jika pembubaran kongres yang diselenggarakan di Anusapati, Pringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang pada hari ini, merupakan ajang tumbal politik.

Pria yang diketahui merupakan warga Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang ini juga menuding apabila majunya dirinya sebagai ketum tersebut karena instruksi dari Bupati Malang Sanusi.

Secara tersirat, alasan ditunjuknya pria yang diketahui juga menjabat sebagai Kepala Desa Mendalanwangi ini sebagai calon ketum, lantaran dirinya juga turut memenangkan sosok petahana itu sebagai Bupati Malang dalam gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lalu.

Menanggapi hal itu, Bupati Malang Sanusi mengaku jika pernyataan yang diutarakan oleh Syaroni tidaklah benar. 

”Tidak ada (instruksi untuk menyuruh Syaroni mencalonkan Ketum, red),” tegasnya.

Sementara itu, terkait klaim Syaroni terkait perannya dalam memenangkan Sanusi dikancah Pilkada, Sanusi memilih untuk irit bicara. Sebab, menurutnya tidak ada arahan untuk mengerahkan yang bersangkutan agar memenangkan pasangan SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto) pada pesta demokrasi 2020.

Baca Juga : Pejabat Tak Loyal Peraturan, DPRD Jember Usul Sanksi Tegas

”Tidak ada (instruksi untuk membantu memanangkan pasangan SanDi, red). Iya jelas tidak ada semacam itu,” lugasnya.

Berawal dari silang pendapat antara Sanusi dengan Syaroni inilah, media online ini mencoba untuk membuka website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang.

Dalam situs Pilkada2020.kpu.go.id , pasangan SanDi nomor urut 1 ini tercatat mendominasi perolehan suara di Desa Mendalanwangi. Rinciannya, SanDi memperoleh 1.716 suara sah. Sedangkan 2 kandidat lainnya, yakni pasangan nomor urut 2, LaDub (Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono) mendulang 1.280 suara. Terakhir, kandidat nomor urut 3, Sam HC (Heri Cahyono) dan Sam GH (Gunadi Handoko) hanya memperoleh 782 suara di Desa Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.