free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Rapid Test Antigen Dianggap Berhasil, Bupati Trenggalek Tetap Ingatkan Bahaya Klaster Keluarga

Penulis : Ganez Radisa Yuniansyah - Editor : Pipit Anggraeni

07 - Jan - 2021, 18:38

Loading Placeholder
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin saat tinjau proses Rapid Antigen di Puskesmas Baruharjo, Durenan, Trenggalek (Dokumentasi JatimTIMES)

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengklaim jika operasi yustisi yang dilaksanakan dengan disertai pemeriksaan rapid test antigen saat momen natal dan tahun baru cukup efektif. Pasalnya, proses tersebut mampu mencegah adanya pendatang ataupun masyarakat yang terindikasi covid-19 untuk datang ke Trenggalek. 

Sehingga, angka konfirmasi positif secara perlahan juga bisa ditekan. "Dengan adanya hasil reaktif pada sejumlah warga pendatang, dapat memberikan arti bahwa program ini cukup efektif untuk menghalau resiko penyebaran virus yang dibawa oleh wisatawan luar kota," ungkap Arifin saat usai menghadiri rapat dengan Pemprov Jatim, Rabu (06/01/2021).

Baca Juga : Tren Covid-19 Meningkat, Komisi IV DPRD Trenggalek Evaluasi Kinerja Dinkes dan RSUD

Dia menjelaskan, dari proses sampling itu tidak banyak warga yang dinyatakan reaktif usai jalani Rapid Test Antigen. Menurut data sampling yang dikumpulkan oleh Arifin, per 50 kasus tidak semua terdapat 1 kasus yang konfirmasi positif. Dari total 800 warga terjaring, tidak lebih dari lima orang dinyatakan reaktif.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak bisa terwujud jika tanpa kerjasama semua pihak. Seperti contohnya saja di perbatasan Watulimo - Tulungagung, masuk Trenggalek diharuskan sudah kantongi hasil non reaktif Rapid Antigen.

Selain itu, juga ada penambahan waktu libur untuk sektor pariwisata hingga tanggal 4, yang ia rasa juga efektif menurunkan antusias warga untuk berkumpul di destinasi wisata.

"Upaya Ini juga menimbulkan efek yang bagus untuk tidak terjadi kerumunan dalam jumlah besar. Dan tentunya risiko penyebaran semakin diminimalisir," imbuhnya.

Namun meski begitu, bupati termuda tersebut juga tetap mengingatkan kepada masyarakat akan bahaya klaster keluarga. Karena hingga saat ini, klaster keluarga di Kabupaten Trenggalek terbilang masih tinggi, mencapai 40 pasien dari total kasus konfirmasi positif covid-19 di Trenggalek.

"Faktanya mulai banyak klaster keluarga, yang diakibatkan kecerobohan kita karena tidak memakai masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan saat di rumah. Anggap aman padahal risiko penyebaran juga bisa saja terjadi," jelas Arifin.

Baca Juga : Pusat Instruksikan PSBB Jawa-Bali, Wali Kota Sutiaji: Tunggu Hitam di Atas Putih

Arifin juga mengingatkan akan bahaya kegiatan makan-makan bersama. Menurutnya pemilihan tempat dan selalu jaga jarak bisa jadi langkah antisipasi ketika di ruang makan.

"Kalau rumah makannya penuh sekiranya di take away atau diakali bagaimana supaya tidak ada penularan ketika makan bersama," pesan Arifin kepada seluruh warga Trenggalek.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Ganez Radisa Yuniansyah

Editor

Pipit Anggraeni

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---