Aksi parkirnya truk sampah di depan Pemkab Jember yang dimulai hari ini, diperkirakan bakal berlangsung sampai Bupati terpilih dilantik. Hal itu menyusul tidak adanya anggaran serta ditolaknya pengajuan Perkada Pemkab Jember kepada Gubernur.
“Truknya tidak mogok, semua komponen masih normal, tidak operasional karena memang tidak ada BBM (Bahan Bakar Minyak,red), dan ini memang sudah berlangsung selama dua bulan terakhir ini,” ujar Arismaya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Jember.
Baca Juga : Bupati Sanusi Tinjau 3 Rest Area, Pastikan Jalan ke Gunung Bromo Kondisi Baik
Arismaya menambahkan, pihaknya pada awal Desember lalu sudah sempat berkirim surat kepada Bupati Jember terkait kondisi keuangan operasional truk sampah, dan sempat ada pencairan, namun tidak berlangsung lama.
“Pada awal Desember kemarin, atas perintah Sekda, saya juga sudah berkirim surat kepada Bupati mengenai kondisi keuangan operasional truk sampah, dan memang sempat cair anggaran operasional, tapi tidak banyak, hanya untuk operasional beberapa minggu saja,” jelas Arismaya.
Sedangkan mengenai sampai kapan ‘terparkirnya’ truk sampah ini, Arismaya tidak bisa memastikan. Terlebih saat ini Jember tidak memiliki APBD 2021 maupun Perkada. “Sampai kapan? Saya belum bisa memastikan, sebab tidak ada APBD dan Perkada yang diajukan Pemkab kemarin ditolak oleh Gubernur, kalau Perkada tidak ditolak, mungkin kita masih ada harapan, tapi kalau ditolak, ya gak tau lagi,” pungkas Arismaya.
Jika memang anggaran tidak ada, bisa diperkirakan truk-truk sampah ini ‘terparkir’ setidaknya sampai dua bulan ke depan. Dimana Bupati Jember dr. Faida MMR sendiri akan berakhir masa jabatannya pada 17 Februari mendatang, tentu adanya anggaran akan dilakukan oleh Bupati terpilih yang dilantik nanti.
Baca Juga : Blusukan di Bantaran Kali, Mensos Risma Ajak Dialog Pemulung dan Gelandangan
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan truk pengangkut sampah di Kabupaten Jember diparkir di depan Pemkab Jember, dan tidak beroperasi mengangkut sampah, hal ini menyusul tidak adanya BBM untuk operasional.