Anita (51),wanita yang tinggal di tepian sungai Jalan Diponegoro No.78 Rt.27 Rw.07 Kelurahan Madiun Lor, Kota Madiun ini terpaksa tinggal di rumahnya dengan penuh rasa cemas. Bagaimana tidak, rumah yang dia tempati bersama dua anaknya sudah terlihat lapuk. Atap genteng ini juga sudah disangga dengan kayu supaya tidak sampai ambruk.
Selain rawan ambruk, tinggal di bangunan rumah ini juga bakal kebocoran air hujan. Sebab, sejumlah genteng te;lah bocor.
Baca Juga : 3 Hari Mendatang, Kota Batu Bakal Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat
Anita yang sudah dua tahun menjanda karena suaminya meninggal setelah sakit ini, kini berjuang hidup untuk kedua anaknya dengan membantu adiknya memasak.
"Suami saya sudah dua tahun ini meninggal karena sakit. Dulu dia bekerja di proyek namun karena fisiknya yang sakit sakitan dia mengundurkan diri untuk berobat namun akhirnya tuhan berkehendak memanggilnya. Sekarang ini saya hanya kerja seadanya membantu memasak adek berjualan nasi kuning," aungkapnya dengan nada sedih.
Tak hanya itu kesedihan Anita semakin bertambah sejak atap rumah bagian belakang yang dia tempati mau roboh. Dia sangat berharap dapat bantuan kayu dan genteng untuk memperbaiki atap rumahnya.
"Dahulu saat masih ada suami mungkin hal ini bisa diatasi, namun sekarang ini sulit dan berat. Jangankan untuk membeli bahan dan tukang jika untuk makan sehari-hari saja masih masih harus banting tulang.Mas. Lihat sendiri saya harus perjuangkan pendidikan kedua anak saya itu," pungkasnya sedih.
Baca Juga : Deretan Fakta Kasus Mesum Sesama Jenis Nakes dan Pasien Wisma Atlet
Anita berharap pemerintah kota Madiun yang beberapa waktu lalu telah memberikan paket sembako akibat dampak Covid -19 juga dapat membantu kesulitan yang dia alami bersama keluarganya. Sementara itu Lurah Madiun Lor belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini tayang.