JATIMTIMES - Keluhan soal parkir kembali mencuat di Kota Malang. Kali ini, seorang pengendara mobil mengaku diminta membayar parkir dua kali saat berhenti di kawasan Kayutangan. Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi warganet.
Dalam unggahan yang beredar, pengendara itu menyebut sudah membayar parkir pada pagi hari. Namun saat kembali siang hari, ia kembali diminta uang parkir oleh petugas berbeda, tanpa disertai karcis resmi.
Baca Juga : Laka Maut: Satu Nyawa Melayang di Jalan Nasional Banyuwangi-Jember
“Pagi udah parkir dimintain uang parkir sama parkir, siang di minta lagi parkir gak jelas, ngamuk2 dan gada karcisnya,” tulis pengunggah, dikutip akun Instagram @malangraya_info.
Ia juga menambahkan bahwa petugas yang meminta uang parkir siang hari bukan orang yang sama dengan petugas sebelumnya.
Dalam video yang beredar, pengendara tersebut sempat mempertanyakan pungutan ulang itu. Ia merasa tidak wajar jika harus membayar dua kali dalam waktu yang sama.
“Orang tadi pagi udah bayar, kok bayar lagi? Gak bisa dong pak,” ucapnya.
Namun, respons dari juru parkir justru terkesan menghindar.
“Gausah difoto, yo takono sing awan, kok takon aku,” jawab petugas parkir tersebut.
Pengunggah juga mengaku kecewa dengan pengalaman tersebut. Ia bahkan menyebut kejadian ini membuatnya kapok berkunjung ke Kota Malang.
“Sebagai pendatang lakyo kapok aku berkunjung ke wisata malang iki Pelayanan tmpt wisata kaya gni,” tulisnya.
Keluhan ini menambah daftar panjang persoalan parkir liar atau tidak tertib yang kerap dikeluhkan wisatawan di sejumlah titik keramaian di Malang, termasuk kawasan Kayutangan yang belakangan menjadi ikon wisata kota.
Baca Juga : Raih Juara 1, Siswa MIN 2 Kota Malang Berjaya di Ajang OLIMPABA 2026
Unggahan tersebut langsung menuai berbagai komentar dari warganet. Sebagian menyebut praktik seperti ini sudah sering terjadi dan menyoroti lemahnya pengawasan.
“ltu jukir yg udah pernah viral.. berati ancen @dishubmalangkota dan pemimpin nya @wahyuhidayatmbois sing gak teges,” tulis akun @jeffry***.
Komentar lain juga menyoroti tidak adanya karcis parkir sebagai bukti pembayaran resmi.
“Baru saja 15 menit yg lalu, saya parkir disana & pas bayar saya minta karcis. Dan jawaban bapak tua tukang parkirnya : "Ga ada karcis mas, soalnya skarang online sistemnya’ ha? Ini Jawaban kntl sih menurutku. Online tapi minta duitnya cash. Wkwkw tolong dibenahi bos @dishubmalangkota,” tulis @abdulrakibfa****.
Tak sedikit pula yang menyindir citra Kota Malang bukanlah sebagai kota wisata.
“malang kota apel (bukan), malang kota bunga (bukan), malang kota wisata (bukan), MALANG KOTA PARKIR (benar),” tulis akun @trvefal**.