Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejurusan (SMK) atau sederajat di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur direncanakan akan dimulai 4 Januari 2021 mendatang.
Hal itu disampaikan oleh Moh Fauzi Kasi SMA dan PKPLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Jatim) Wilayah Bangkalan. Dirinya mengatakan, bahwa rencana itu mengacu pada status zona di Bangkalan yang saat ini berstatus oranye.
Baca Juga : Menghadap Gubernur Jatim, Bara JP Tulungagung Minta Guru Honorer Diangkat P3K
"Menurut kalender akademik kegiatan PTM berlanjut seperti biasanya," ucap Fauzi, Selasa (29/12/2020).
Fauzi mengaku, bahwa pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan tim Satuan Tugas (Satgas) terkait PTM di Kabupaten Bangkalan. Namun sejauh ini masih belum ada surat dari tim satgas terkait tindak lanjut PTM, sehingga ia tetap melaksanakan sesuai dengan rekomendasi awal.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat, jika kondisi tubuh putra atau siswanya dalam keadaan sakit dan wali melarang siswa masuk ke sekolah, maka siswa di perbolehkan belajar dari rumah.
"Hal itu tidak berlaku kepada siswa saja, melainkan juga berlaku kepada guru kelas, jika dalam keadaan sakit maka jangan masuk ke sekolah," jelasnya.
Pihaknya mengaku semua sekolah di tingkat SMA sebanyak 10 sekolah dan SMK sebanyak 10 sekolah Negeri akan masuk semua, kecuali yang swasta.
"Nanti yang masuk hanya terbatas, dengan jumlah siswa tidak boleh lebih dari 18 siswa dalam setiap kelasnya. Selain itu harus mematuhi protokol kesehatan" ujarnya.
Selain itu pihaknya mengaku jika ada salah satu siswa ketika masuk ke sekolah dalam keadaan suhu tubuhnya lebih dari 3,7 derajat, maka siswa tersebut tidak boleh masuk ke sekolah.
Baca Juga : Lewat Upaya-Upaya Ini, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Bertekad Jadi Kampus Unggulan
Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap saat sekolah masuk setiap guru di sekolah harus mengikuti protokol kesehatan. Sehingga guru atau siswa yang sedang sakit tidak boleh masuk ke sekolah.
"Harapan kami tidak ada klaster baru penyebaran covid-19 di sekolah," pungkasnya.