Kota Batu memiliki tiga lokasi lahan pertanian alternatif. Salah satu di antaranya beberapa saat lalu telah suskes dipanen dan dibagikan kepada masyarakat Kota Batu. Selain memanfaatkan lahan milik Pemkot Batu, lahan pertanian alternatif itu berada di kawasan hutan.
Kawasan hutan itu dimanfaatkan untuk lahan pangan alternatif yang dilakukan bersama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Ada enam LMDH yang telah memanfaatkan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kota Batu.
Baca Juga : Akhir Tahun, Wali Kota Batu Lantik 19 Pejabat Pemkot Batu
Seluruhnya ada di Kecamatan Bumiaji, yakni Desa Sumber Brantas, Desa Tulungrejo, Desa Sumbergondo, Desa Punten, Desa Gunungsari, dan Desa Giripurno.
“Khusus untuk lahan pangan alternatif telah dilakukan oleh kelompok LMDH. Karena memang untuk 6 desa di Kecamatan Bumiaji berdekatan dengan kawasan hutan,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Sugeng Pramono.
Sebelumnya untuk tiga kawasan lahan pertanian alternatif. Yakni di Desa Oro-oro Ombo, lahan aset pemkot yang telah dimanfaatkan untuk penanaman bahan pangan alternatif seluas 2.000 meter persegi. Kemudian di Kelurahan Songgokerto seluas 3 hektare dan di Kelurahan Dadaprejo seluas 5,5 hektare.
“Untuk lahan tersebut sebelumnya, kami telah meminta agar camat memanfaatkan lahan aset Pemkot Batu yang masih ada. Tetapi juga yang memungkinkan untuk dijadikan lahan pertanian,” terangnya.
Saat Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko panen beberapa saat lalu di Kelurahan Dadaprejo, lahan seluas 5,5 hektar itu telah menghasilkan sayuran dan umbu-umbian. Kemudian hasilnya mencapai 750 paket sayuran yang diberikan secara simbolis kepada masyarakat yang mengalami permasalahan stunting dan tersebar di 7 lokasi desa/kelurahan di Kota Batu.
Baca Juga : BBPPMPV BOE Kota Malang Raih Penghargaan dari Kementerian PAN-RB RI
Lahan pangan alternatif itu dimanfaatkan untuk menyukseskan program swasembada pangan untuk menjaga stabilitas nasional. Sehingga untuk mendukung program tersebut Pemkot Batu terus memanfaatkan lahan asetnya.