Kota Malang yang baru-baru ini dilanda angin kencang bahkan merobohkan beberapa pohon dan baliho membuat Tagana Kota Malang siaga satu untuk membuat camp pengungsian jika terjadi dampak dari bencana.
Koordinator Tagana Kota Malang, Djoko Anung Priyanto mengatakan bahwa pihaknya sudah siaga satu mulai Agustus dan akan terus siaga hingga Maret 2021.
Baca Juga : Status Tanggap Darurat Covid-19 di Bangkalan Diperpanjang hingga Tahun Depan
"Jadi kita mulai per Agustus 2020 sampe Maret 2021 akan terus siaga satu. Karena kencang-kencangnya angin dan hujan lebat terjadi waktu itu," ujar Anung kepada MalangTIMES.
Bencana memang tidak menentu kapan akan tiba, dalam hal ini Tagana Kota Malang akan terus siaga untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan.
"Dimana saja karena di kita ini kan dibidang shelter, logistik ya terus kemudian masyarakat mana yang memang terdampak dari angin itu. Contohnya dia rumahnya terkena angin tidak bisa bekerja, tidak bisa makan, jadi kita yang mensuport untuk logistiknya," ungkap Anung.
Disisi lain, sementara ini belum ada laporan dari masyarakat yang membutuhkan camp pengungsian.
Baca Juga : Geger Unggahan Nikita Mirzani soal Video Diduga FPI Latihan "Gorok" Leher
"Untuk sejauh ini belum ada laporan, paling pohon tumbang dan lainnya kan itu bukan pekerjaan kita, itu kan di pertamanan. Dari dampak bencana itu kita akan jalan," pungkasnya.