Banyaknya warga yang mengambil foto di Curah Kobo'an dan sekitarnya, yang menjadi tempat terdekat dari letupan debu vulkanik Semeru awal Desember lalu, mendapat respon dari Wakil Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati.
Dalam sebuah unggahan di akun facebook pribadinya, Bunda Indah, panggilan akrabnya, meminta kepada masyarakat untuk tidak menjadikan kawasan bencana sebagai tempat untuk selfie.
Baca Juga : Tiga Hari Sakit, Cak Thoriq Jalani Swab, Hasilnya Negatif Covid-19
"Tumpukan material menggunung yang panasnya diperkirakan diatas 300 derajat celcius, yanng merupakan muntahan dari Gunung Semeru ini bukanlah tempat selfie," tulis Wabup Lumajang dalam akun pribadinya.
Wabup juga mengatakan, kawasan bencana ini merupakan sebuah tempat yang sangat berbahaya dan sewaktu-waktu bisa ada aktivitas Semeru yang tak terduga.
"Lokasi bencana ini sangat rawan, karena setiap saat tanpa bisa kita prediksi (bencana=red) bisa datang kembali tanpa permisi," tegasnya kemudian.
Wabup kemudian mengatakan, sampai saat ini masih ada warga yang datang kelokasi rawan bencana hanya untuk selfie.
"Saya melihat masih ada saja warga yang datang untuk selfie. Tentu saja ini tidak kita inginkan karena sangat berbahaya.
Baca Juga : Rumah Aman Rodhiyah Kota Kediri, Tempat Anak-Anak Korban Kekerasan Seksual dan KDRT
Bagi warga yang ingin datang untuk memberikan perhatian, datanglah ke posko utama bencana," tegasnya kemudian.
Kawasan terdampak Erupsi Semeru sampai saat ini masih cukup rawan bencana, karena jika turun hujan deras dimungkinkan terjadi banjir bandang dengan material erupsi Semeru, disamping masih adanya kemungkinan terjadinya erupsi susulan.