Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Kasil Rokhmad (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tulungagung, Kasil Rokhmad (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Setelah menjadi zona kuning persebaran Covid-19 selama beberapa bulan, Tulungagung berubah warna menjadi zona oranye. Artinya, risiko penyebaran virus asal Wuhan China ini di tingkat sedang.

Perubahan ini dikarenakan adanya peningkatan kasus secara signifikan di Tulungagung selang seminggu terakhir. Selain itu, kondisi ini diperparah dengan meninggalnya 3 pasien Covid-19 dalam rentang sepekan.

Baca Juga : Swab Ketiga, Bupati Jombang Belum Terbebas dari Covid-19

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat tidak menampik perubahan zona oranye ini. Dengan menjadi zona oranye, rasio penularan Covid-19 sudah lebih dari 1,5 atau 1 orang sudah menularkan ke lebih 1 orang lainya.

“Total dari 15 indikator itu kurang dari 2,5, kalau di bawah 2 merah,” ujar Kasil.

Indikator yang dimaksud antara lain jumlah kematian pasien Covid-19, rasio penularan, jumlah kasus, jumlah pasien yang dirawat, sediaan sarana kesehatan, jumlah yang swab, jumlah positif dari swab, dan beberapa indikator lainnya.

Pihaknya menargetkan dalam waktu 2 minggu ke depan, Tulungagung bisa menjadi zona kuning lagi. Untuk itu, pihaknya meminta dukungan dari berbagai pihak untuk mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan.

“Kita meminta dukungan pada masyarakat untuk menahan diri agar kasusnya enggak naik,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung ini.

Menurutnya, tingginya kasus Covid-19 di Tulungagung terjadi selepas libur panjang cuti bersama Maulid Nabi selama 4 hari.

“Ini bermula dari libur panjang itu, semua daerah naik grafiknya, makanya naiknya bukan perkalian, tapi sudah kuadrat,” jelas Kasil.

Hal itu sesuai dengan prediksi Gugus Tugas. Maka sebelum adanya liburan panjang, pihaknya sudah melakukan mitigasi penularan Covid-19 di lokasi wisata.

Baca Juga : IDI Hingga DPRD Dorong Transparansi Tracing Bupati Jombang yang Terkena Covid-19

Disinggung keterkaitan banyaknya hajatan yang dilakukan oleh warga juga berpengaruh terhadap tingginya kasus, Kasil belum berani berpendapat demikian, sebelum ada data terkait itu.

Dirinya melanjutkan, peningkatan kasus tak hanya terjadi di Tulungagung saja. Terlihat, di wilayah Jawa Timur didominasi dengan zona oranye dan merah. Hanya 2 wilayah yang menjadi zona kuning.

Terakhir, dengan adanya gelombang kedua penularan Covid-19, bisa membuat masyarakat sadar akan bahaya Covid-19. Sejak Sabtu (28/11/20) jumlah kasus positif Covid-19 cenderung menurun.

Dari data per Selasa (1/12/20) jumlah pasien positif Covid-19 di Tulungagung mengalami penambahan 6 orang dan 3 pasien sembuh. Dengan penambahan ini, total kasus Covid-19 sebanyak 674 orang dengan 523 sembuh.

Sebanyak 55 orang dirawat, dikarantina 24, 65 orang diisolasi dan 7 orang meninggal dunia.