free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Kesehatan

IDI Hingga DPRD Dorong Transparansi Tracing Bupati Jombang yang Terkena Covid-19

Penulis : Adi Rosul - Editor : A Yahya

01 - Dec - 2020, 22:10

Loading Placeholder
(mengenakan kerudung biru) Bupati Jombang Mundjidah Wahab. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

JOMBANGTIMES - Bupati Jombang Mundjidah Wahab dinyatakan positif covid-19. Namun, hingga kini hasil Tracing dan Swab orang yang kontak erat dengan Mundjidah belum terungkap. Hal itu lantas mendapat tanggapan dari Ikan Dokter Indonesia (IDI) hingga kalangan DPRD Jombang agar Pemkab transparan.

Mundjidah dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil swab yang dilakukan oleh tenaga medis RSUD Jombang pada Jumat (13/11) lalu. Sejak itu, Bupati Jombang periode 2018-2023 itu menjalani isolasi di rumah dinasnya selama 10 hari.

Baca Juga : Dikabarkan Positif Covid-19, Begini Kondisi Terkini Wali Kota Malang dan Sekda Malang

Kemudian atas permintaan keluarga, Mundjidah dipindahkan ke RSU dr Soetomo Surabaya sejak Senin (23/11). Hingga kini, Mundjidah masih berada di rumah sakit plat merah itu untuk masa pemulihan. Terhitung, Mundjidah telah 9 hari sejak awal dirawat di rumah sakit tersebut.

Dari situ, sudah ada 4 orang yang dinyatakan kontak erat dengan Bupati Jombang. Salah satu di antaranya sudah dinyatakan positif covid-19 berdasarkan hasil swab yang diambil oleh RSUD Jombang. Dia adalah Ajudan Bupati Jombang berinisial YS.

Sayangnya, hingga saat ini belum komentar resmi dari Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang terkait hasil tracing dan swab orang yang kontak erat dengan Mundjidah. Koordinator Bidang Penanganan Covid-19 Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang drg Subandriya mengaku tidak tahu soal hasil swab orang yang kontak erat dengan Mundjidah.

"Aku gak tahu (hasilnya swabnya, red). Saya ndak lihat satu persatu, saya lihatnya global," ujar Subandriya yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Jombang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, (30/11) kemarin.

Persoalan transparansi Tracing dari kasus Bupati Jombang yang terinfeksi covid-19, juga sangat diharapkan oleh kalangan DPRD Jombang. Ketua DPRD Jombang Mas'ud Zuremi meminta agar Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang terbuka dalam menyampaikan informasi hasil tracing Mundjidah yang terkena covid-19.

"Agar masyarakat selalu bisa hati-hati, saya minta juga disampaikan oleh dinas terkait. Seperti Satgas Covid-19 maupun Dinas Kesehatan, agar tahapan transparansi (hasil tracing, red) gak papa agar disampaikan saja. Covid-19 ini kan bisa menyerang siapa saja," ucapnya saat dihubungi wartawan, Selasa (1/12) siang.

Disampaikan Mas'ud, dirinya mengetahui Mundjidah terkena covid-19 bukan dari pihak Satgas Covid-19. Ia malah mengetahuinya dari media melalui statement putri Mundjidah, Ema Umiyyatul Chusnah (Ning Ema).

Baca Juga : Akhir November, Pasien Covid-19 Baru 6 Orang, Sembuh 7 Orang

Mengetahui itu, dirinya langsung memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga. "Berita yang kita dapat bukan melalui satgas covid-19, bukan dari dinas kesehatan melainkan dari pihak yaitu Ning Ema melalui keterangannya di media. Untuk itu juga, agar masyarakat hati-hati maka harus disampaikan oleh dinas terkait," kata Mas'ud.

Sementara, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jombang, juga menyarankan adanya penelusuran menyeluruh pasca Bupati Jombang, Mundjidah Wahab dan seorang ajudannya dinyatakan positif terinfeksi covid-19. IDI menyebut, penelusuran menjadi penting agar potensi munculnya kluster pejabat bisa di hindari.

"Ini dalam rangka  memutus penularan agar penyebaran bisa segera dikendalikan dan potensi munculnya transmisi penularan baru hingga menjadi kluster pejabat tidak terjadi," ucap Ketua IDI Jombang dr Achmad Iskandar Dzulqornain.

Disebutkan Iskandar, kegiatan tracing menjadi sangat penting apalagi Bupati merupakan Public Figure. Tak itu saja, upaya Tracing juga untuk memutus potensi penularan yang lebih besar pasca ajudan Bupati, juga sudah dinyatakan positif terinfeksi covid-19 dengan status kontak erat.

"Sekarang memang agak lebih rumit karena posisinya Bupati tidak membuka sejak awal dan baru diungkap saat dirujuk atau 10 hari pasca isolasi mandiri. Tapi saya tidak perduli proses itu di ekspose atau tidak, tapi yang penting protokol itu harus dilaksanakan begitu kasus itu diketahui. Apalagi OTG, itu sangat sulit sekali, karena biasanya orang tanpa gejala itu dia tidak tahu kalau dia sakit," tuturnya.(*)


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Adi Rosul

Editor

A Yahya

Kesehatan

Artikel terkait di Kesehatan

--- Iklan Sponsor ---