Prosesi pemakaman covid yang dilakukan oleh relawan PMI (foto : istimewa)
Prosesi pemakaman covid yang dilakukan oleh relawan PMI (foto : istimewa)

Tingginya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember membuat PMI Jember harus kerja ekstra. Bahkan tidak jarang dalam 1 hari bisa 5-6 kali mengantar jenazah pasien Covid-19 di wilaya Jember hingga Bondowoso dan Banyuwangi.

Akibat dari tingginya aktivitas ini berdampak pada habisnya stok alat pelindung diri (APD) atau baju hazmat di kantor PMI Jember. Sehingga, relawan PMI Jember terpaksa harus menghentikan kegiatan mengantar jemput jenazah Covid-19. 

Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Rencana Maret 2021, Dinkes Kota Batu Pastikan Tak Ada Penundaan

“Memang mobilitas relawan PMI Jember dalam beberapa minggu ini cukup tinggi, dalam sehari bisa mengantarkan 5-6 jenazah dengan protokol Covid-19, sehingga kondisi ini membuat stok APD Hazmat habis,” ujar Ghufron Eviyan Efendi, humas PMI Jember.

Ghufron mengatakan, dalam sehari, ketika relawan PMI mengantarkan jenazah covid-19, satu petugas membutuhkan sedikitnya dua baju. Baju-baju itu hanya sekali pakai langsung dimusnahkan agar tidak berisiko paparan virus.

Terkait kondisi ini, diakui Ghufron pihaknya kebingungan untuk memenuhi stok APD Hazmat yang saat ini kosong di gudang PMI Jember. 

"Karena kan saat ini juga terjadi reshufle pejabat di Pemkab, jadi mau mengajukan pengadaan kita bingung. Biasanya selain dari pemkab, kita biasanya juga dapat dari donatur," ungkapnya.

Pihaknya berharap dengan kondisi APD Hazmat yang stoknya kosong itu, ada bantuan dari para donatur. 

"Selama ini kita dapat dari Satgas Penanganan Covid-19, donasi dari dokter, perawat, perusahaan dan donatur lainnya,” jelas pria yang juga kru PMI untuk pengiriman jenazah itu.

Baca Juga : Bukan Masyarakat Umum, Ini Syarat Pendonor Plasma Konvalesen untuk Pengobatan Covid-19

Pihaknya pun berharap ada bantuan. "Adanya masker, tetapi itu kan dipakai sebagai APD standar untuk donor darah,” tandasnya.

Gufron juga menambahkan, untuk pengantaran jenazah Covid-19 itu, hanya  bisa dilakukan oleh pihak rumah sakit saja. "Ya mau bagaimana lagi, kita tidak bisa berbuat banyak. Karena tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Ya yang mengantar jenazah hanya dari pihak rumah sakit saja," pungkasnya.

Perlu diketahui, layanan antar jemput jenazah yang dilakukan PMI Jember untuk membantu tugas rumah sakit, dilakukan sejak 28 April 2020 lalu.

Tercatat sampai dengan 18 November 2020 kemarin, petugas PMI Jember telah membantu proses mengantarkan jenazah kaitannya dengan Covid-19 sebanyak 155 pasien meninggal. Tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seusai anjuran pemerintah. (*)