Juru Bicara Satgas Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima. (Foto: Bams Setioko/JatimTIMES)
Juru Bicara Satgas Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima. (Foto: Bams Setioko/JatimTIMES)

Seiring meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dalam kurun waktu beberapa hari terakhir ini, membuat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri akan memperpanjang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima.

dr Fauzan menjelaskan menurut perkiraan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19, memasuki akhir tahun ini sebenarnya sudah ada rencana untuk mengadakan uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka pada sekolah terpilih. Tetapi karena adanya peningkatan kasus pertengahan November ini GTPP Covid-19 mengambil kebijakan untuk tidak memberikan rekomendasi selama kasus masih meningkat.

Baca Juga : Tak Ada Tambahan Pasien Sembuh, Kasus Covid-19 di Kabupaten Malang Bertambah 8 Orang

“Dulu sudah pernah ada rencana uji coba KBM tatap muka SMA dan SMK, tapi kami masih belum bisa memberikan rekomendasi karena ada beberapa hal yang belum bisa terpenuhi. Seperti Standar Operasional Prosedur (SOP), pengawasan, dan fasilitas sekolah. Pengawasan ini yang paling penting untuk memastikan penerapan protokol kesehatan,” katanya.

KBM Tatap Muka menurutnya masih sangat riskan bagi peserta didik, khususnya di tingkat SD. Pada usia ini anak-anak masih belum memiliki kesadaran akan nilai-nilai kesehatan di dalam pencegahan Covid-19. “Mungkin yang sudah remaja itu mulai mengerti, kalau anak kecil perlu pengawasan ketat,” imbuhnya.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, dr Fauzan menyebut GTPP Covid-19 tidak akan mengeluarkan izin untuk mengadakan KBM tatap muka. “Kalau keadaannya seperti ini maka KMB Tatap Muka kemungkinan akan dimulai awal tahun 2021 nanti,” tutupnya.

Baca Juga : Banyaknya Klaster Keluarga, OTG di Kabupaten Kediri Harus Dikarantina

Seperti diketahui selama 2 hari ada penambahan sebanyak 28 kasus konfirmasi. Melalui akun instagram @abdullah_abe, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengumumkan ada sebanyak 15 kasus tambahan Senin (16/11), 13 kasus tambahan Selasa (17/11) dan terdapat 14 kasus positif lagi pada Rabu (18/11).