Rumah adat Jawa Tengah memang identik dengan Joglo. Di samping mengandung nilai historis yang kental, Joglo menjadi jati diri masyarakat Jawa seperti halnya rumah Gadang bagi orang Minang.
Di sebagian desa kawasan Jawa Tengah masih banyak ditemui rumah Joglo dengan arsitektur yang orisinal. Ada pula sebagian orang yang menggunakan rumah hanya sebagai upacara ruwatan dan lebih memilih membangun rumah yang lebih modern seperti yang tersaji pada situs avantela
Baca Juga : Tradisi Menarik, Kembul Doa di Pucanglaban Tulungagung, Sedekah Bumi saat Memasuki Musim Tanam
Karakteristik rumah Joglo sendiri juga macam-macam. Berbagai rumah adat ini memiliki perbedaan masing-masing. Berikut beberapa di antaranya.
1. Rumah Adat Joglo
2. Rumah Adat Kampung
3. Rumah Adat Limasan
4. Rumah Adat Panggang Pe
5. Rumah Adat Tajug
Corak bangunan Joglo ini biasanya khas sekali dengan arsitektur Jawa-nya. Namun, tahukah kamu jika sebenarnya arsitektur rumah adat ini juga dipengaruhi oleh corak budaya agama Hindu?
Itulah mengapa ajaran keagamaan yang dianut masyarakat turut memengaruhi perilaku sosial masyarakat. Tidak hanya berhenti pada kondisi sosial semata, tapi juga berdasarkan skema arsitektur bangunan yang sudah ada.
Baca Juga : Upacara Tedak Siten bagi Bayi 8 Bulan Masih Dilestarikan di Madiun, Apa Itu?
Umumnya, bangunan rumah adat yang masih ori hampir serupa dengan pura umat Hindu di India. Pelan tapi pasti, perkembangannya kian tak terbendung.
Di samping itu, rumah Joglo juga memiliki nama lain, yaitu rumah Tikelan. Semua bermula karena atap rumah itu seakan-akan tikel atau patah menjadi tiga bagian.
Bagian yang paling atas itulah yang bernama Joglo atau brunjung dengan ditopang oleh empat batang tiang utama yang juga disebut saka guru. Jika dibandingkan dengan tiang-tiang lainnya, saka guru memiliki ukuran relatif panjang dan lebih besar, didirikan di atas landasan dari batu yang disebutnya ompak.
Apabila ditotal, tiang rumah Joglo secara keseluruhan berjumlah 36 buah, terdiri dari 4 batang saka guru, 12 saka penanggap, dan 20 saka rawa. Lantai yang dibatasi dengan saka penanggap lebih tinggi daripada lantai yang mengelilinginya.
Selain Jawa Tengah, model rumah Joglo juga tersebar di daerah Jawa Timur bagian barat atau istilahnya daerah kulonan. Soalnya, memang dulunya kawasan ini berada di bawah pemerintahan Kerajaan Mataram sehingga corak rumah Joglo juga banyak ditemui.