free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Upacara Tedak Siten bagi Bayi 8 Bulan Masih Dilestarikan di Madiun, Apa Itu?

Penulis : Dodik Eko Prasetyo - Editor : Yunan Helmy

07 - Nov - 2020, 15:22

Loading Placeholder
Danindya Ghea Sawitri saat mengikuti prosesi Tedak Siten. (Foto Dodik eko P)

Pernah mendengar istilah adat Jawa "Tedak Siten"? Budaya itu hingga kini masih terus dilestarikan oleh masyrakat Kabupaten Madiun di tengah perubahan zaman yang serba-modern ini.

Upara adat ini digelar sebagai bentuk rasa syukur karena sang anak akan mulai belajar berjalan. Prosesi ini biasanya dilakukan saat anak berusia sekitar tujuh atau delapan bulan. Di usia itu anak sudah mulai bisa duduk. Bahkan ada juga yang sudah bisa belajar berjalan.

Seperti yang terlihat di Desa Jati Rejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun.) Pasangan suami istri Prasetyo  dan Nunik di desa tersebut masih berkeyakinan akan tinggalan budaya leluhur tersebut. Tedak Siten dilakukan kepada seorang anaknya yang menginjak usia 8 bulan, Danindia Ghea Sawitri.

Danindya Ghea Sawitri saat mengikuti prosesi Tedak Siten. (Foto Dodik eko P)



Dalam prosesi itu, terlihat  warga sekitar ikut antusias menyaksikan budaya leluhur tersebut. Dalam prosesi acara itu, ada salah satu rangkaian acara yang paling ditunggu-tunggu oleh tamu, khususnya anak-anak. Yaitu menyebarkan uang logam berjumlah ratusan ribu rupiah yang diperebutkan. 

Dijumpai setelah acara, Prasetyo menjelaskan, acara Tedak Sinten ini merupakan salah satu adat Jawa yang mesti terus dilestarikan. "Dalam prosesi ini banyak makna yang terkandung. Selain sebagai rasa syukur, kami juga bisa merasakan indahnya berbagi," ucapnya.

Tedak Siten sendiri adalah rangkaian prosesi adat tradisional dari tanah Jawa. Bagi para leluhur, adat budaya ini dilaksanakan sebagai penghormatan kepada bumi tempat anak mulai belajar menginjakkan kakinya ke tanah.



Dalam upacara ini, ternyata banyak peralatannya juga. Ada keranji ayam yang dihias dengan berbagai bunga, tangga yang terbuat dari pohon tebu ireng (tebu hitam), dan makanan tujuh warna yang terbuat dari ketan.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Dodik Eko Prasetyo

Editor

Yunan Helmy

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---