Asyiknya anak-anak sekarang dengan gadget, khususnya HP, benar-benar telah mematikan sejumlah permainan atau dolanan tradisional. Sementara sejumlah permainan tradisional banyak unsur olahraganya, berbeda dengan gadget yang membuat anak terlalu asyik sendiri.
Keprihatinan ini disampaikan Wabup Lumajang Ir. Indah Amperawati usai menghadiri pertandingan persahabatan tarik tambang tradisional di desa Kutorenon, Minggu (15/11) malam.
Baca Juga : Pagelaran Seni Budaya Selomangleng Panji Interactions Digelar Secara Virtual
Menurut Wabup Lumajang, saat ini jika ada tiga anak sama-sama bermain dengan menggunakan HP, maka ketiganya akan asyik sendiri-sendiri tanpa interaksi dengan teman sepermainannya.
"Ini tentu berbeda jika anak-anak bermain bendan, egrang yang dalam permainannya ada interaksi dengan teman-teman bermainnya," kata Wabup Lumajang.
Disamping itu sejumlah permainan tradisional ada unsur olahraganya, yang sekarang sudah mulai ditinggalkan oleh peminatnya.
"Selain tarik tambang yang malam ini kita saksikan kita juga punya ojung, punya kasti, yang sekarang sudah jarang dimainkan. Itu juga olahraga yang berbasis permainan tradisional," kata Wabup Lumajang kemudian.
Wabup berencana, akan meminta kepada lembaga pendidikan di Lumajang untuk diperkenalkan kembali permainan anak-anak asli Lumajang dan menyediakan tempat dan sarana bermainnya.
Baca Juga : Jaran Kepang dan Bantengan Kota Batu Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda
"Saya akan berkoordinasi dengan Pak Bupati untuk memastikan permainan tradisional ini bisa hidup kembali melalui lembaga pendidikan di Lumajang," urianya kemudian.
Sementara itu Anggota DPRD Lumajang dari Partai Hanura Deddy Firmansyah yang juga hadir dalam kesempatan yang sama dengan Wabup Lumajang, megatakan, menghidupkan sejumlah permainan dan olahraga tradisional harus didorong oleh pemerintah, agar keberadaannya tidak kalah dengan olahraga lain.
"Sebenarnya olahraga tradisional ini bisa dikembangkan menjadi olahraga prestasi. Untuk permainan anak-anak, tentu bisa dihidupkan kalau lembaga pendidikan bisa memberikan ruang untuk itu," kata Deddy Firmansyah.