Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Sri Umiasih (Hendra Saputra)
Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Sri Umiasih (Hendra Saputra)

Melalui program ketahanan keluarga dan kesejahteraan keluarga, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang tetap memberikan sosialisasi terhadap petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dan kader.

Kepala Bidang (Kabid) Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Sri Umiasih, mengatakan, bahwa kegiatan penguatan pelaksana KB di laksanakan rutin setiap tahun untuk menyampaikan program-program pemerintah. Namun di tahun ini, banyak perubahan karena wabah Covid-19.

Baca Juga : Pendataan Awal, 1.034 Nakes di Kota Malang Menjadi Prioritas Penerima Vaksin Covid-19

Dengan kata lain, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang tetap memberikan sosialisasi kepada masyarakat, PLKB ataupun kader, tapi melalui daring. Karena dalam hal ini masih belum diperbolehkan melakukan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang.

"Kita penguatan juga refresh. Dalam arti refresh itu menambah ilmu lagi, karena di masa pandemi kan break. Kemarin mulai Maret sampai Juni hanya lewat WhatsApp, lewat daring (sosialisasinya)," ungkap Umi (sapaan akrab Sri Umiasih).

Dalam hal ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang ingin PLKB atau kader di Kota Malang memahami kebiasaan baru di tengah wabah Covid-19 melalui sosialisasi yang nantinya bisa disampaikan kepada masyarakat.

"Kegiatannya setiap tahun terkait bina kecamatan. Sebenarnya jumlah kader itu banyak, jadi kalau tingkat kelurahan ada 66 kader, kalau tingkat RW itu ada 987 dan tidak semuanya karena terbatas anggaran juga. Jadi setiap tahun gantian. Ilmu-ilmu apa yang harus dilaksanakan di masa pandemi ini supaya tidak berhenti total. Apalagi sekarang ini masyarakat juga harus tahu bahwa kita harus menjaga imun sendiri," paparnya.

Mengenai penguatan pelaksana KB sendiri, Umi menjelaskan, bahwa pihaknya berharap agar masyarakat bisa memahami apa yang diharapkan dari Pemerintah Kota Malang. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini keluarga adalah salah satu kunci utama untuk bisa tetap survive mulai dari rumah.

Baca Juga : 250 Penyandang Disabilitas Dapatkan Pelayanan Terapi dari Dinsos-P3AP2KB

"Golnya itu tadi bisa lebih memahami, kader bisa menyampaikan ke masyarakat hal-hal yang baru yang tidak diketahui secara benar, terutama untuk meningkatkan ketahanan keluarga," tandasnya.