Seorang tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Jombang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19. Meski begitu, pihak rumah sakit plat merah ini tidak menutup pelayanan.
Nakes RSUD Jombang yang meninggal dunia ini adalah Kasiyanto, warga Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Jombang.
Baca Juga : Penghujung Oktober, Angka Kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Malang Nyaris Tembus 90 Persen
Pria 31 tahun ini meninggal pada Minggu (1/11/2020) pagi. Ia sehari-hari bertugas sebagai perawat di kamar operasi Instalasi Gawat Darurat RSUD Jombang.
"Pada hari Minggu kemarin salah satu tenaga kesehatan kita, tepatnya adalah perawat kamar operasi di IGD atas nama almarhum Kasiyanto meninggal dunia. Setelah kita rawat selama 10 hari di ruang isolasi dengan konfirm positif covid-19," ungkap Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran kepada wartawan, Senin (2/11/2020).
Pudji mengatakan, Kasiyanto sebelumnya dirawat di RSUD Jombang sejak Kamis (22/10) dengan keluhan panas tinggi. Pada masa perawatan, pihak dokter menemukan adanya gejala di tubuh pasien.
Karena curiga dengan hasil observasi, akhirnya pihak rumah sakit melakukan uji swab terhadap pasien pada Sabtu (24/10). Dari hasil tes swab, pasien dinyatakan positif Covid-19.
"Sebelumnya pasien kita rawat di ruang abu-abu atau ruang observasi. Kemudian kami lakukan pemeriksaan eclia hasilnya masih nonreaktif, tapi muncul nilai. Setelah kita lakukan tiga kali, ternyata angkanya bertambah. Sehingga kami curiga meski hasilnya nonreaktif. Akhirnya kita ambil swab dan memang betul hasilnya positif," terangnya.
Pudji juga menyebut, bahwa pasien mengalami kerusakan di sistem paru-parunya. Hal ini yang menyebabkan pasien meninggal dunia.
"Awal masuk paru-parunya masih bagus. Tetapi dalam perjalanan paru-parunya semakin jelek. Hasil foto rontgen menunjukkan serial rontgen radiologinya terdapat kerusakan paru-paru cukup berat. Yang itu kemudian almarhum kemarin pagi meninggal dunia," kata Pudji.
Pudji menduga, pasien terpapar Covid-19 dari luar RSUD Jombang. Hal itu dibuktikan dari hasil pemeriksaan eclia kepada para tenaga medis saat pasien masih dirawat.
Namun dalam perjalanan, pihak RSUD Jombang menemukan salah satu tenaga administrasinya yang mengalami gejala panas. Di situ, pihaknya juga melakukan uji swab dan hasilnya positif Covid-19.
"Waktu perjalanan almarhum sakit itu, ada satu orang yang muncul gejala dan kita lakukan pemeriksaan hasilnya positif. Saat ini masih kita rawat dan kondisinya membaik. Dia ini kemungkinan terpapar dari Kasiyanto karena kontak erat," ujarnya.
Baca Juga : Satu Lagi Pasien Covid-19 di Kabupaten Malang Meninggal Dunia
Kendati begitu, Pudji tidak menutup pelayanan RSUD Jombang. Ia menyebut bahwa sistem pelayanan sudah ditata sesuai dengan penanganan Covid-19.
"Tidak ada penutupan. Karena kita sudah punya strategi terkait dengan langkah-langkah pelayanan. Ketika IGD, kita lakukan general cleaning. Memang IGD kita tutup sementara dan kita pindahkan ke kamar Opera belakang," bebernya.
Meninggalnya Kasiyanto ini, menambah panjang jumlah tenaga kesehatan di Jombang yang rentan terkena Covid-19. Berdasarkan data RSUD Jombang, selama pandemi berlangsung sudah ada 15 orang Nakes yang terkonfirmasi positif. Dimana 14 sudah dinyatakan sembuh dan satu nakes dinyatakan meninggal dunia.
"Selama pandemi, nakes yang terpapar sudah 15 orang, satu meninggal dunia. Kalau pasien umum dengan covid-19, rata-rata perhari yang kita rawat ada 25 sampai 30 pasien dari 84 tempat tidur yang kita sediakan," ungkap Pudji.
Sementara, jumlah warga Jombang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, kini mencapai angka 1.187 orang. Dengan rincian pasien sembuh 983 orang, meninggal dunia 104 orang dan yang masih menjalani perawatan sebanyak 100 orang.