Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib (berbaju hijau) bersama Sucipto (tiga dari kiri) beserta keluarga mendukung paslon LaDub di Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib (berbaju hijau) bersama Sucipto (tiga dari kiri) beserta keluarga mendukung paslon LaDub di Pilkada Kabupaten Malang 2020. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

Dukungan untuk pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua yakni Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) terus bergulir dari berbagai kalangan yang ada di Kabupaten Malang. 

Kali ini datang dari pengusaha keripik lumba-lumba yakni Sucipto yang beserta keluarga kompak menyatakan dukungan kepada paslon LaDub di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020. 

Pengusaha dan pemilik pabrik keripik Lumba-lumba yang berada di Desa Talok Kecamatan Turen, Kabupaten Malang ini mengatakan bahwa visi, misi dan program yang dibawa oleh paslon LaDub selaras dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang. 

"Saya secara pribadi dan keluarga mendukung paslon LaDub untuk memenang di Pilkada Kabupaten Malang 2020," ungkap pria yang merintis usaha keripik Lumba-lumba sejak tahun 2001 ini. 

Selain visi, misi dan program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Malang, disampaikan Pak Cip -sapaan akrabnya- bahwa pengalaman kedua sosok dalam paslon LaDub ini sangat mumpuni jika dikolaborasikan untuk memimpin Kabupaten Malang lima tahun mendatang. 

Lathifah Shohib yang berpengalaman di tataran legislatif pusat menjadi Anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI dua periode serta Didik Budi Muljono yang merupakan birokrat berpengalaman dan terakhir menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Malang. 

Menanggapi pernyataan dukungan dari pengusaha dan salah satu sosok yang kerap kali meramaikan bursa Bakal Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib mengatakan bahwa pihaknya mengucapkam terima kasih banyak atas dukungan yang dinyatakan oleh Sucipto beserta keluarga kepada paslon LaDub. 

Perempuan yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri ini mengungkapkan bahwa sosok Sucipto merupakan pengusaha besar yang berjuang dari titik nol. Hal ini dapat dijadikan tauladan dan motivasi untuk pengusaha muda Kabupaten Malang lainnya. 

"Beliau (Sucipto, red) adalah pengusaha yang pantang menyerah. Apa yang dicapai beliau saat ini adalah buah dari hasil kerja keras selama ini," ujarnya. 

Bu Nyai -sapaan akrabnya- menambahkan bahwa pihaknya juga sudah banyak berbincang dengan Sucipto atau yang lebih akrab disapa Pak Cip Lumba-lumba terkait pengembangan Kabupaten Malang dari sektor industri UKM (Usaha Kecil Menengah) maupun UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). 

Terkait pengembangan dari sektor industri yang merupakan salah satu penggerak roda perekonomian di Kabupaten Malang juga telah masuk dalam visi, misi dan program unggulan paslon LaDub. 

Menurut Bu Nyai terkait visi, misi dan program unggulan tersebut sudah dipersiapkan secara matang dengan mendiskusikan bersama para ahli di bidangnya. 

"Insya Allah kedepan LaDub akan menjadikan Kabupaten Malang unggul dalam bidang industri, pariwisata, ekonomi dan seluruh bidang yang potensinya masih terpendam dan belum tereksplorasi dengan baik," terangnya. 

Sebagai informasi bahwa Sucipto atau Pak Cip Lumba-lumba merupakan pengusaha sukses Kabupaten Malang kelahiran 29 Agustus 1965. Beberapa kali sempat masuk dalam bursa Bakal Calon Bupati Malang dari PDI Perjuangan. 

Namun sayang, perjalanannya tidak sampai terealisasi menjadi Calon Bupati Malang karena tidak mendapatkan rekomendasi dari partai berlogo banteng hitam dengan background hitam di belakangnya.