Thoriqul Haq (tengah) saat konferensi pers di Kantor DPC PKB Kabupaten Malang bersama Ali Ahmad (kiri), Rabu (28/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Thoriqul Haq (tengah) saat konferensi pers di Kantor DPC PKB Kabupaten Malang bersama Ali Ahmad (kiri), Rabu (28/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

Berbagai macam potensi pengembangan ekonomi masyarakat dan kepariwisataan dibeberkan oleh Thoriqul Haq, kader terbaik PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lumajang dalam konsep kebersamaan kemajuan.

Konsep kebersamaan kemajuan ini dapat terlaksana jika nantinya pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) terpilih dan diamanahi masyarakat untuk memimpin Kabupaten Malang.

Baca Juga : Tokoh NU Dukung Paslon SanDi untuk Wujudkan Malang Santri

"Saya berkeinginan tidak sekedar positioning hubungan antar daerah tapi kami ingin ada hubungan sehati dengan Kabupaten Malang. Hubungan sehati (kebersamaan kemajuan, red) ya LaDub rek," ungkap pria yang akrab disapa Cak Thoriq.

Cak Thoriq menjelaskan terkait konsep kebersamaan kemajuan dalam bidang ekonomi dan kepariwisataan sangat berkesinambungan. Dirinya memberikan contoh seperti halnya destinasi wisata alam yakni Ranu Pane yang terletak di Desa Ranu Pane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

"Ranu Pane berada di Kabupaten Lumajang di lereng Semeru, tetapi akses yang satu-satunya bisa mendapat manfaat Ranu Pane adalah masyarakat Malang," ujarnya.

Cak Thoriq memberikan contoh seperti di kawasan Gubug Klakah yang telah banyak berdiri homestay untuk wisatawan yang ingin menuju kawasan wisata Ranu Pane maupun ke Gunung Bromo.

"Ada juga jip komunitas teman-teman yang ada di Tumpang, itu juga menjadi bagian dari akses jasa kepariwisataan salah satunya adalah destinasi wisata yang ada di Ranu Pane," terangnya.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Jawa Timur ini juga berharap bahwa beberapa wilayah Kabupaten Malang yang berbatasan dengan Kabupaten Lumajang juga harus dalam satu konsep yang sama yakni kebersamaan kemajuan.

"Di Pronojiwo (Lumajang, red) sudah banyak homestay. Harapan kami di Ampelgading juga bisa bangkit ekonominya, bisa tumbuh ekonominya, dengan produk-produk olahan pertanian yang harapan kami nanti sinergi sambung," lugasnya.

Salah satu olahan pertanian yang sudah terkenal di wilayah Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo dan Dampit yakni kopi.

"Sudah menjadi daya tawar baru produk kopi dari Dampit yang brand nya adalah kopi lereng semeru. Ini akan sangat produktif memiliki nilai tambah lebih, pada posisi kepariwisataan di sekitar kawasan Pronojiwo, Ampelgading dan Dampit," jelasnya.

Baca Juga : Panelis Debat Perdana Disebut Tak Kompeten, KPU Angkat Suara

Selain potensi kepariwisataan di kawasan lereng pegunungan, Cak Thoriq pun menuturkan bahwa untuk potensi pengembangan kepariwisataan juga ada di kawasan pantai.

Ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang yang bersebalahan dengan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang terdapat dua pantai yang sangat potensial untuk kelas surfing internasional dan disasar oleh wisatawan mancanegara.

"Tepatnya di Pantai Bulu di kawasan Kecamatan Tempursari. Pun demikian yang berada di kawasan Malang, Pantai Batu Licin," sebutnya.

Terlebih, khusus untuk kawasan JLS (Jalur Lingkar Selatan) Provinsi Jawa Timur akan menjadi prioritas pengembangan nasional, khususnya di bidang kepariwisataan.

Dikatakan Cak Thoriq, jika pola komunikasi dan harapan dari dua daerah ini antara Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang memiliki tujuan yang sama untuk pembangunan yang berkemajuan, seluruh program yang berkaitan dengan potensi ekonomi dan kepariwisataan akan terealisasi, karena saling berkaitan.

"Saya kira ini simultan. Sing penting sing utama itu begitu kami sehati dengan Bupati yang ada di Kabupaten Malang, konektivitas yang terbangun itu dari semua sektor mudah untuk segera dilakukan," pungkasnya.