Pelanggar lalu lintas sedang berdoa setelah melakukan salat gaib, nampak Kasat lantas Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno (berdiri) (Joko Pramono for Jatim TIMES)
Pelanggar lalu lintas sedang berdoa setelah melakukan salat gaib, nampak Kasat lantas Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno (berdiri) (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Siapa tak kenal Lodho? Masakan khas Tulungagung berbahan dasar ayam kampung. Lodho, ternyata selain untuk dimakan, juga bisa untuk membayar denda tilang di Tulungagung. Namun bukan Lodho masakan untuk hal itu. Lodho yang dimaksud di sini adalah “shoLat ghOib Dilaksanakan on tHe spOt”.

Melalui Lodho itu, pelanggar lalu lintas di saat operasi zebra semeru 2020 bisa memilih untuk mempertanggungjawabkan pelanggarannya. Bisa membayar tilang atau dengan Lodho.

Baca Juga : Pelanggar Prokes di Tulungagung Menurun, 516 Bayar Denda 38 Masih Hutang

Seperti yang terjadi pada Operasi Zebra di Desa Pojok, Kecamatan Ngantru. Sekitar 14 pelanggar lalu lintas melakukan salat gaib untuk korban kecelakaan dan pejuang Covid-19, ketimbang membayar denda tilang.

Salat Gaib dilakukan seperti biasanya. Salat ini dipimpin oleh Kasat Lantas Tulungagung. Di depannya ada replika jenazah korban kecelakaan yang ditutup dengan koran dan tetesan obat merah.

Kasat lantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno, yang memimpin jalanya operasi mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar lebih sadar akan disiplin lalu lintas dan rasa peduli sesama pengguna jalan.

“Kita juga mendo’akan korban kecelakaan lalu lintas yang meninggal sisa-sia di jalan. Kita harapkan tidak ada lagi masyarakat yang meninggal di jalan raya,” kata Aristianto.

Pelanggar lalu lintas yang memilih Lodho, pelanggaranya tidak akan tercatat dalam TAR (traffic Attitude Record). Pasalnya, pelanggaran yang dibayar dengan Lodho tidak masuk sebagai e-tilang. Poin TAR hanya berdasarkan e-tilang.

Selain Lodho, Satlantas juga membuat gebrakan dengan memberikan motivasi kepada pelanggar lalu lintas. Pemberian motivasi dilakukan langsung oleh motivator dari Thank’s Institute. Motivasi diberikan agar pengendara lebih tertib dalam berlalu lintas.

“Harapannya dengan sadar lalu lintas tidak ada kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.

Tak lupa dalam operasi zebra juga diselipkan pesan agar pengendara tetap menerapkan protokol kesehatan dalam berkendara dan kegiatan sehari-hari.

Baca Juga : Pria di Blitar Diperiksa Polisi Usai Posting Ujaran Kebencian Soal Operasi Yustisi

Sementara itu motivator dari Thank’s Institute, Ktut Abid Halimi, memberikan ESQ (Emotional Spiritual Quotiens) Riding pada pengendara. Dari data yang dimilikinya, ESQ Riding mampu menurunkan kecelakaan secara signifikan.

“Penurunannya bisa mencapai 60-65 persen,” kata Abid.

Abid juga menjelaskan, dengan ESQ Riding bisa membawa pengaruh positif bagi pengendara dan lingkungan sekitarnya. Dirinya juga memuji Lodho yang baru dilaksanakan di Tulungagung, dan pertama di Indonesia.

Salah satu pelanggar lalu lintas, Lucky Pratama asal Cimahi Jawa Barat, mengaku tersentuh dengan ESQ yang diberikan oleh Abid. Dirinya merasa lebih tenang dan lebih termotivasi dalam berkendara yang baik di jalan.

“Kita harus hati-hati dan jangan melanggar peraturan lalu lintas,” pungkasnya.