Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi S. saat memeriksa kesiapan kendaraan untuk operasi zebra. (Foto: Joko Pramono for JatimTIMES)
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi S. saat memeriksa kesiapan kendaraan untuk operasi zebra. (Foto: Joko Pramono for JatimTIMES)

Kelengkapan berkendara kadang dianggap sepele dan tidak selalu dibawa saat beraktivitas di luar rumah. Namun, sedulur sekalian harus ingat untuk membawanya jika tak ingin kena tilang.

Pasalnya, Kepolisian Republik Indonesia serentak akan melakukan Operasi Zebra, yang dimulai pada tanggal 26/10-8/11. Operasi ini selain akan memeriksa kelengkapan berlalu lintas, juga akan menyosialisasikan protokol kesehatan bagi pengguna jalan.

Baca Juga : Bukan "Mama Minta Pulsa", di Tulungagung Marak Modus Kades Minta Pulsa

Seperti diungkapkan oleh Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno saat memimpin apel persiapan operasi Zebra Semeru Polres Tulungagung, Senin (26/10/20) pagi.

“Di masa pandemi, selain penegakan hukum berlalu lintas, kita akan melakukan imbauan protokol kesehatan,” ujar Aristianto.

Protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan.

Pelaksanaan operasi zebra kali ini bersamaan dengan libur panjang Maulid Nabi selama 5 hari.

Dengan kondisi ini, pihaknya memprediksi akan terjadi lonjakan arus lalin. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat menghabiskan liburan ini dengan tetap di rumah saja dengan keluarga.

“Ditakutkan liburan ini semua ke tempat wisata dan terjadi kerumunan di tempat wisata, jangan sampai ada kluster baru di lokasi wisata,” kata Aristianto.

Meski demikian, pengamanan arus lalin tetap dilakukan. Terutama untuk lokasi wisata yang diperkirakan akan dipenuhi wisatawan, seperti wilayah pantai.

Baca Juga : Warga Mayjend Sungkono Geram 3 Kali Jadi Korban Pencurian Kotak Amal, Modus Pelaku Sama

Di beberapa lokasi wisata sudah terpasang pos pantau lalin. Pihaknya akan bekerja sama dengan anggota dari Polsek, TNI, Dishub dan Satpol PP.

Jika terjadi penumpukan kendaraan, maka akan dilakukan rekayasa lalin untuk mengurai penumpukan tersebut.

“Di Gemah kita ada pos lalin,” katanya.

Selain pemantauan di pos lalin, juga akan dilakukan patroli. Disinggung penindakan yang dilakukan, pelanggaran yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan akan ditilang.