Prose
Prose

Bojonegorotimes - Keterbukaan informasi publik Desa Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, Desa Prayungan masuk masuk lima besar desa yang transparan dan akuntabel dalam lomba besar desa yang transparan dan akuntabel dalam lomba Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Award tingkat Provinsi Jatim. 

Capaian itu pun dievaluasi langsung oleh Ketua Komisi Informasi (KI) Jatim, Imadoeddin, Rabu (21/10/2020) melalui Teleconference. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) itu diikuti Diskominfo Bojonegoro, Camat Sumberrejo dan Pemerintah Desa Prayungan.

Baca Juga : Kota Malang Optimistis Pekan Depan Berstatus Zona Kuning

Tujuan untuk mengetahui analisis, alat dan langkah melakukan keterbukaan informasi publik di desa Prayungan yang saat ini masuk lima besar desa yang transparan dan akuntabel dalam lomba PPID Award tingkat Provinsi.

Camat Sumberrejo, Soemarsono mengatakan sangat mengapresiasi adanya PPID Desa yang dapat memberikan layanan kepada masyarakat secara terbuka. "Kami dari Kecamatan Sumberrejo mengucapkan Selamat kepada Pemerintah Desa Prayungan yang sudah masuk lima besar jatim. Semangat terus, kami akan selalu memotivasi desa dalam layanan keterbukaan informasi publik yang akuntabel. Nanti desa-desa yang lain juga kami motivasi dan menganggarkan di APBDes 2021 terkait media informasi," jelasnya.

Soemarsono menambahkan, keterbukaan informasi publik ini sangat penting bagi desa, yang merupakan badan publik dan bertanggung jawab memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat. "Hal ini sangat penting karena demi terciptanya pengelolaan anggaran yang lebih tertib dan akuntabel. Peringkat kualitas SDM dan yang terpenting adalah masyarakat bisa mengakses informasi apa saja yang dibutuhkan secara transparan dan meningkatnya tingkat partisipasi masyarakat," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Prayungan H.Imam Rofi'i menyampaikan beberapa hal tentang PPID di desa Prayungan hingga masuk lima besar se-Jatim. "Ini merupakan Komitmen dan keseriusan kami sebagai Kepala Desa Prayungan dalam meningkatkan kualitas layanan informasi," terangnya.

Baca Juga : ASN Pemkab Bondowoso Bakal Jadi Santri Selama Dua Hari

Rofi'i menambahkan, langkah dan strategi dalam pengelolaan PPID dengan membuat regulasi dan menganggarkan pada APBDesa serta meningkatkan kapasitas SDM PPID. "Kami melakukan regulasi Perdes 07 Tahun 2018, selain itu juga melakukan penganggaran di APBDesa dengan pengadaan media informasi luar ruang dan media teknologi informasi. Baik itu website desa, medsos, WhatsApp serta media Tatap muka dengan warga, dan dalam hal SDM, kami mengikuti pelatihan pelatihan yang di selenggarakan Diskominfo Bojonegoro dan melakukan Study banding," jelasnya.

Adapun inovasi dan terobosannya dalam Pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dengan menggunakan teknologi informasi yakni, layanan informasi digital dengan Touchscreen, dan seluruh kebijakan Pemdes Prayungan, serta keterbukaan dalam Informasi Buku Kependudukan Elektronik (Ibuk-E).