Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution (paling Kiri) diskusi bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Wakapolresta Malang Kota AKBP Totok Mulyanto Diyono (Hendra Saputra)
Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution (paling Kiri) diskusi bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Wakapolresta Malang Kota AKBP Totok Mulyanto Diyono (Hendra Saputra)

Satlantas Polresta Malang Kota sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk menghadapi aksi demo yang akan dilakukan oleh Aliansi Malang Melawan, Selasa (20/10/2020). 

Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan pada area tertentu yang mengakibatkan kemacetan.

Baca Juga : Konsisten Kawal Agen BPNT Bermasalah, Aktivis Alpart Kepung Kantor DPRD Pamekasan

Sebagian masyarakat Kota Malang mungkin belum mengetahui tentang aksi demo yang akan dilakukan besok. Pada surat pemberitahuan yang dikirim tersebut, gabungan antara buruh dari empat perusahaan dan mahasiswa dari lima kampus di Kota Malang tersebut mulai menggelar aksi pukul 07.00 WIB.

Pada jam-jam tersebut, masyarakat Kota Malang biasanya disibukkan dengan perjalanan menuju kantor untuk bekerja. Sehingga Satlantas Polresta Malang Kota menyiapkan rekayasa lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution mengatakan bahwa Selasa (20/10/2020) ada beberapa jalan yang ditutup untuk menghindari kemacetan. Dari utara ke selatan mulai Jalan Basuki Rahmat, Jalan Semeru dan Jalan Bromo ditutup.

"Masyarakat bisa ambil dua alternatif, pertama bisa ambil dari Jalan J.A Suprapto, Simpang 3 Trio 2, Jalan Buring, Jalan Ijen. Kemudian alternatif kedua melalui Jalan Sutoyo, Simpang 4 Kaliurang, Jalan Mahakam, Jalan WR Supratman, Jalan PB Sudirman dan Jalan Gatot Subroto," ungkap Kasat Lantas yang akrab disapa Rama itu.

Sementara dari arah selatan ke utara, beberapa jalan juga mengalami penutupan seperti Jalan Tugu, Jalan Majapahit, Jalan Kahuripan, Jalan Kertanegara, Jalan Gajahmada dan Jalan Suropati.

"Jika dari arah tersebut alternatifnya bisa ke Jalan Kawi, Jalan Ijen, Jalan Oro-oro Dowo, Jalan J.A Suprapto. Yang kedua Jalan Kawi, Jalan Merdeka Utara, Jalan Merdeka Timur, Jalan Agus Salim, Jalan Gatot Subroto dan Jalan PB Sudirman," imbuhnya.

Baca Juga : Besok Aksi Tolak Omnibus Law Kembali Digelar, Ketua DPRD Kota Malang: Kami Siap Bertemu

Namun AKP Rama tetap mengimbau kepada masyarakat agar untuk sementara waktu menghindari beberapa ruas jalan yang menjadi titik dari aksi unras Selasa (20/10/2020) besok. "Kami mengimbau agar menghindari beberapa titik di Kota Malang, mulai dari  Simpang Empat Rajabali, Tugu Balaikota Malang dan sekitarnya," imbau Rama.

Lebih dari itu, Rama juga meminta kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati saat mengemudikan kendaraan. Hal itu tidak lepas dari aksi demo yang melibatkan kurang lebih 3000 orang tersebut.

"Kami minta masyarakat bisa menjaga keselamatannya sendiri. Dan kami juga mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mengikuti aksi unjuk rasa tersebut. Dan yang utama, tetap selalu patuhi keselamatan lalu lintas dan protokol kesehatan Covid-19," pungkasnya.