Pada dasarnya sajian budaya tradisional di hotel lebih menarik bagi tamu dibandingkan tontonan budaya barat yang penuh hingar bingar. Sekaligus sebagai upaya menumbuhkan keyakinan kepada kelompok milenial bahwa Indonesia memiliki potensi seni budaya tradisional yang perlu dijaga dan dilestarikan.
Ulin, wanita asal Kota Surabaya, tamu Hotel Luminor Banyuwangi, di sela- sela menyaksikan gelaran Aktualisasi Seni Sabtu (10/10) mengungkapkan program penyajian bermacam seni tardisional bagi para tamu hotel merupakan upaya yang bagus dari Pemerintah Banyuwangi untuk lebih mengenalkan potensi kekayaan seni budaya Banyuwangi.
Baca Juga : Berdayakan Seniman, Disbudpar Kabupaten Banyuwangi Gelar Aktualisasi Seni
Selain itu juga sebagai salah satu cara mengangkat kelas seniman agar bisa diterima kelompok masyarakat kelas menengah ke atas yang biasa menginap di hotel.
Menurut dia, sebaiknya pemerintah lebih sering menampilkan pementasan seni tradisional di hotel-hotel yang ada di wilayah Banyuwangi. Tentunya juga membutuhkan dukungan dan peran aktif masyarakat sekitar untuk menciptakan suasana kehidupan tradisional yang ingin disajikan bagi wisatawan yang berkunjung ke kota yang dikenal sebagai serpihan tanah surga di ujung timur Pulau Jawa ini.
“Saya lebih sering menginap di Bali di sana nuansa tradisionalnya kuat berbeda dengan kabupaten/kota lain. Banyuwangi bisa mencontoh masyarakat Bali yang dikenal mampu mempertahankan nilai-nilai tradisional di tengah serbuan budaya barat dan kepungan masyarakat modern yang berlibur ke Pulau Dewata,” jelasnya.
Sementara Yunanto Hasan, General Manager Luminor Hotel Banyuwangi mengungkapkan pementasan sanggar tari tradisional Banyuwangi merupakan kerjasama antara Disbudpar Banyuwangi dengan pihak hotel. Dan tampilan seni tari yang pertama kali cukup menghibur bagi tamu hotel yang menginap di Hotel Luminor Banyuwangi.
Menurut Yunanto dengan menampilkan pentas seni di hotel merupakan upaya untuk meningkatkan value atau nilai plus seni budaya dan makanan tradisional Oesing bagi tamu hotel maupun masyarakat lokal yang kebetulan berkunjung ke hotel.
”Kami berharap dan mendukung prorgam Disbudpar Banyuwangi untuk menggelar even seperti ini secara berkala dalam satu atau dua bulan sekali untuk menghibur tamu hotel,” ujar Yunan.
Baca Juga : Diizinkan, Seniman Tulungagung Boleh Gelar Hiburan dengan Syarat Ketat
Selanjutnya dia menuturkan ke depan pihak hotel akan menggelar festival seni budaya dan makanan tradisional khas Oesing pada momen tertentu misalnya dalam akhir pekan atau pada saat long weekend untuk menarik wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Banyuwangi.
“Selama ini dalam memenuhi rasa penasaran dan memanjakan selera tamu hotel yang menyukai masakan tradisonal khas Banyuwangi, pihak Hotel Luminor menyajikan menu breakfast dengan makanan dan minuman khas Oesing antara lain; nasi tempong, rujak sota, ayam kesrut, nasi cawuk, jajanan pasar dan aneka minuman tradisional yang lain,” imbuhnya.
Dalam upaya menjaring dan meningkatkan tingkat hunian tamu, menurut Yunanto, Hotel Luminor menawarkan paket liburan dan diskon yang cukup menggiurkan dalam momen tertentu misalnya pada saat liburan panjang bagi para tamu yang menginap bersama rombongan, paket khusus bagi keluarga maupun paket-paket lain yang dijamin memuaskan para tamu hotel.