Wisata Kali Mas di Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, Tulungagung / Foto :Istimewa / Tulungagung TIMES
Wisata Kali Mas di Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, Tulungagung / Foto :Istimewa / Tulungagung TIMES

Seperti kisah lainnya, misteri di Kali Mas, wisata yang sempat hits di Tulungagung masih dipercaya masyarakat. Bahkan, ada yang mengatakan sepinya wisata Kali Mas di Desa Sebalor, Kecamatan Bandung, yang dulu sempat ramai kunjungan karena adanya cerita misteri yang menyeramkan.

"Wisata ini bagus. Namun ada yang masih percaya adanya kisah-kisah yang kurang baik di masyarakat," kata IS (inisial) salah satu warga yang tak jauh dari wisata sungai yang sangat asri itu.

Baca Juga : Banyuwangi Kini Miliki Dermaga Yacth Internasional

Kisah ini bermula, saat beberapa orang yang mendapat pekerjaan membangun rumah yang rencananya tiga lantai. Pembangunan rumah itu diorder oleh pendatang dari luar kota yang ingin membuat rumah di Desa Sebalor.

"Ada kuli, tukang yang dapat order membangun rumah di sekitar sungai situ. Order itu dari pendatang luar kota yang ingin membuat rumah di sini," ucap IS.

IS melanjutkan, pekerjaan pembangunan rumah pun dimulai hingga lantai kedua. "Tiba-tiba pekerjaan diminta berhenti," ujarnya.

Pekerjaan dihentikan karena permintaan pemilik. Tukang dan kuli pun berhenti bekerja dan menerima bayaran sebagaimana hitungan apa yang telah dikerjakan.

Konon, pemilik tinggal di rumah itu dan berusaha mengenalkan diri dengan lingkungan sekitar. "Bahkan jika ada orang yang punya hajat, pemilik rumah ini di undang juga," ungkapnya.

Namun, rupanya pemilik rumah yang ternyata bukan manusia ini, tak nyaman dengan cara warga menyambut dirinya. Hingga beberapa kali di undang, tampak wajah yang kurang bersahabat dengan raut kesal.

"Saat dia pulang, ada orang yang mencoba mengikuti dia pulang ke rumahnya. Namun, betapa terkejutnya, karena rumah yang dibangun itu telah hilang dan hanya ditemukan tumpukan batu di area kebun tempat rumah misterius itu berdiri sebelumnya," ujar IS.

Cerita yang menyebar dari mulut ke mulut ini membuat para pedagang dan pengunjung wisata semakin hari semakin menurun karena takut. Akibatnya, wisata Kali Mas yang dulu sempat viral itu, kini tak lagi ramai dikunjungi.

Versi beda diceritakan ketua kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kali Mas Suheni, saat dihubungi. Dirinya meluruskan mitos mistik itu dengan cerita yang berkembang dari saksi hidup yang juga warga sekitar.

"Yang membangun ini konon orang dari daerah Pakel. Dia mengerjakan proyek pembuatan swalayan hingga selesai," ujarnya.

Bangunan yang sangat megah dan dibangun bersama beberapa orang ini, dikatakan Eni, hingga finishing. "Suatu saat, karena ingin tahu perkembangannya, orang ini datang dan ternyata di tempat yang pernah dikerjakan itu hilang," paparnya.

Karena hilang, pekerja ini terheran-heran dan menyimpulkan bahwa selama ini ternyata ia membangun bukan di alam nyata namun di alam lain.

Baca Juga : Bupati Sanusi Launching Lembah Indah Malang, Akan Permudah Izin Bagi Investor

"Jangan sampai meski cerita itu ada kemudian salah, karena kita tidak tahu mereka (alam gaib). Namun mereka tahu kita," imbuhnya.

Suheni membantah, jika sepinya wisata karena cerita itu, karena antara berdirinya wisata dan mitos masih dahulu mitosnya. "Yang jelas, pengembangan wisata itu mandek selain karena faktor alam juga karena dana. Bukan karena adanya faktor lain termasuk masalah mitos itu," tambahnya.

Kepala Desa Sebalor Dadik Sukawiyatna, saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya cerita misteri itu. Namun, cerita itu dikatakan Dadik antara ada dan tiada.

"Itu sudah lama, sejak sebelum dibukanya wisata Kali Mas," ucapnya.

Sepinya Kali Mas, menurut Dadik, tidak ada kaitan dengan cerita yang berkembang liar itu. Namun, Kali Mas saat musim kemarau memang debit airnya kecil dan keindahannya berkurang sehingga pengunjung tidak tertarik untuk datang.

"Jika musim hujan baru debit airnya banyak, dan biasanya masih ramai dikunjungi wisatawan," tuturnya.

Dadik berharap, cerita yang berkembang tidak perlu dikaitkan dengan hal lain. Karena, cerita misteri itu juga belum jelas kebenaran dan darimana asal usulnya.

"Jadi tidak ada kaitannya dengan sepinya kunjungan ke Kali Mas. Memang jika kemarau air di sungai jadi menyusut dan saat hujan air dan pengunjung kembali normal," pungkasnya.