Kades bersama Perangkat Desa Gladag kecamatan Rogojampi Banyuwangi Saat Tampil Dalam Seni Janger Nurhadi Banyuwangi Jatim Times
Kades bersama Perangkat Desa Gladag kecamatan Rogojampi Banyuwangi Saat Tampil Dalam Seni Janger Nurhadi Banyuwangi Jatim Times

Banyak cara dilakukan Kepala Desa (Kades) untuk membangun kekompakan dan soliditas bersama warganya. Seperti yang dilakukan A Chaidir Sidqi, Kades Gladag Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Untuk membangun kerukunan kekompakan dan kerja sama yang baik serta soliditas di kalangan perangkat desa dia mengajak bermain Seni Janger (salah satu seni budaya yang tumbuh dan berkembang di wilayah Banyuwangi).

Agar bisa tampil baik dalam penampilan janger yang mengambil lakon,”Minak Jinggo Wisudo”, Chaidir mendapat peran sebagai Minak Jinggo bersama para staf pemerintah desa beserta istri/suaminya melakukan latihan persiapan. latihan dilakukan sekitar dua bulan dengan mendatangkan pelatih dari kelompok Janger Banje yang cukup terkenal di Banyuwangi. 

Baca Juga : Disbudpar Jatim Apresiasi Pembangunan Pariwisata Banyuwangi, Sebut Miliki Kekuatan Etnik Pembeda dengan Daerah Lain

”Sambil guyon kami sampaikan kalau suami/istri mereka keberatan atau tidak mau tampil akan dipecat dari kerawat desa. Alhamdulillah dengan cara yang kami pilih sampai saat ini suasana kerja di desa Gladag aman nyaman dan kondusif. Perangkat desa selalu semangat dalam memberikan layanan terbaik bagi warga,” jelas Alumni Fisip Universitas Jember itu.

Selanjutnya ayah tiga anak itu menuturkan cara lain yang dipilih untuk membangun soliditas di lingkup pemerintah desa Glagag adalah dengan menggelar wisata bersama keluarga atau Gathering Family setiap tahun. Dalam acara tersebut masing-masing keluarga membawa bekal untuk makan bersama di lokasi wisata yang ditempati acara.

Acara Gathering pertama digelar di lokasi wisata Bangsring Underwater (Bunder) Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi yang pada masa itu belum begitu dikenal wisatawan. Kemudian pernah wisata bareng di Malang dan Batu. ”Dalam masa suasana keprihatinan nasional akibat pandemi wabah Covid 19 tahun ini kami belum memutuskan tetap menggelar wisata bareng keluarga atau  menggelar acara lain untuk membangun soliditas Kades dengan perangkat desa Gladag bersama keluarganya,” imbuh mantan pria yang pernah menjadi jurnalis tersebut.

Selanjutnya dia menambahkan dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyebaran wabah Covid 19, khususnya di wilayah desa, Chaidir meminta agar perangkat desa mampu rmenjadi contoh dan teladan bagi warganya dengan selalu menggunakan masker dengan baik dan benar apabila melakukan aktivitas di luar rumah. Selain itu juga sering mencuci tangan dengan menggunakan sabun, selalu menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan lain yang ditetapkan oleh pemerintah.

Lebih lanjut mantan aktifis HMI itu menuturkan pihaknya melakukan sosialisasi melalui majelis taklim, memasang Banner dan membagikan bantuan masker bagi masyarakat serta mengingatkan mereka untuk hidup sehat dan patuh pada protokol kesehatan. Selain itu pihak desa  berharap kepada warga desa agar tetap tenang tidak gugup (Gecus, istilah setempat) dan tidak panik dalam menghadapi situasi dan kondisi yang ada saat ini.

Baca Juga : Umumkan Para Pemain, F4 Versi Thailand Trending Twitter, Kapan Tayang?

Lebih dari itu berbagai bantuan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten yang berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), PKH dan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) lain cukup membantu perekonomian warga yang terdampak akibat pandemi wabah Covid 19. 

”Pada tahun depan menindak lanjuti program recovery atau pemulihan ekonomi kami akan melakukan pendampingan , pendidikan dan pelatihan, melaksanakan program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi agar beban masyarakat tidak terlalu berat. Tidak lupa kami mengajak semua warga untuk berdoa agar Tuhan segera menuntaskan wabah Covid 19 supaya kehidupan bisa berjalan normal kembali,” ujar Chaidir mengakhiri wawancara di ruang kerjanya.