Sinarko, Kadisbudpar Provinsi Jawa Timur (baju putih) saat berkunjung ke Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)
Sinarko, Kadisbudpar Provinsi Jawa Timur (baju putih) saat berkunjung ke Banyuwangi (Nurhadi Banyuwangi Jatim Times)

Kabupaten Banyuwangi dinilai memiliki potensi kekayaan seni budaya etnik yang menjadi pembeda dengan kabupaten/kota lain di Indonesia. Kekayaan seni dan budaya ini pula yang dijadikan pondasi dalam membangun dan mengembangkan sektor pariwisata dalam beberapa tahun terakhir ini. Hasilnya, pariwisata di Kabupaten Banyuwangi mengalami kemajuan yang luar biasa pesat.

Sinarko Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyampaikan, pihaknya tidak pernah merasa lelah memberikan sanjungan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, yang dinilai mampu menggali potensi dan mengeksplorasi secara maksimal kekayaan seni dan budaya menjadi daya tarik wisata. Serta mengedukasi masyarakat untuk mengenal dan menjadikannya sebuah nilai.

Baca Juga : Gelar Lomba Tari Kreasi, Korem 082/CPYJ Mojokerto Tingkatkan Hubungan dengan Masyarakat

”Upaya pemerintah dalam mengembangkan potensi pariwisata bisa maksimal karena masyarakat memberikan dukungan. Satu kebijakan sampai ke pemikiran masyarakat itu upaya yang tidak gampang dan di Banyuwangi riil di lapangan,” jelas Sinarko.

Pejabat asal Blitar itu menuturkan, dirinya termasuk orang yang sabar dalam membaca Banyuwangi. Pernah belajar kesenian mulai seni tari dan musik Banyuwangi yang dinilai memiliki kekuatan etnik yang betul-betul menjadi pembeda dengan yang lain dan mampu menginspirasi kabupaten/kota lain dalam membangun dan mengembangkan sektor pariwisata.

“Dari sisi bisnis Bupati Banyuwangi dan Kadisbudpar Banyuwangi sangat cerdas dalam menyerang pasar dengan cara yang sangat soft. Sehingga masyarakat luar paham  tertarik dan  berbondong-bondong datang dan berkunjung ke Banyuwangi. Semoga Banyuwangi mampu menjadi kabupaten health tourism dan menjadi pusat pembelajaran kebudayaan,” imbuhnya.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan Disbudpar Jatim akan mengirimkan tim ahli  cagar budaya yang siap mensupport  kajian dan telaah potensi kekayaan benda cagar budaya yang akan akan melengkapi koleksi museum yang ada. Di mana, hal itu akan membantu melengkapi pengembangan wisata  Banyuwangi yang dianugerahi kekayaan alam dan seni budaya yang luar biasa.

Sementara M Yanuarto Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan inovasi dan terobosan untuk menggerakkan sektor pariwisata agar masyarakat mampu mendapatkan penghasilan. 

Baca Juga : Ikut Main Film Yowis Ben 3, Ini Kata Kapolresta Banyuwangi

Di sisi lain, akan melakukan kontrol dan pengawasan yang ketat bahkan tidak segan memberikan sanksi bagi pelaku wisata yang melanggar protokol kesehatan dalam upaya mencegah dan menangulangi penyebaran wabah Covid-19 di wilayah Banyuwangi.