Bocah hidup di gelembung plastik (Foto: YouTube  Daftar Populer)
Bocah hidup di gelembung plastik (Foto: YouTube Daftar Populer)

Setiap orang pastinya pernah merasakan sakit. Kendati demikian sakit bisa sembuh dengan cara diobati.  

Namun, memang ada beberapa penyakit yang susah disembuhkan dan harus membuat penderita menjalani hidupnya dengan kesedihan. 

Baca Juga : Abu Lahab Diabadikan Jadi Nama Gunung di Makkah, Berikut Penampakan Kampung dan Rumahnya

Bahkan, ada beberapa dari mereka yang harus menjalani kehidupan ekstrim puluhan tahun demi melawan penyakitnya.  

Nah kali ini terdapat beberapa contoh kasus penyakit langka yang diderita oleh beberapa orang dari berbagai negara.  

Rangkuman kasus ini dilansir melalui tayangan video yang diunggah oleh channel YouTube Daftar Populer.

Melalui judul video "Hidup di Air 20 Tahun Karena Penyakit Aneh yang Diderita! Kisah Orang² yang Jalani Kehidupan Ekstrim" terdapat beberapa contoh kasus langka di berbagai negara seperti yang diderita:  

1. David Phillip Vetter

David merupakan bocah yang lahir di Texas, Amerika Serikat pada 21 September 1971.  

Semasa hidupnya, David dijuluki sebagai "Buuble Boy" lantaran ia harus hidup di dalam gelembung plastik steril.  

Saat lahir dokter mendiagnosa David menderita penyakit Severe Combined Immunodeficiency (SCID).  

SCID merupakan gangguan kesehatan langka yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Hingga akhirnya ia harus menjalani kehidupannya selama 12 tahun di dalam tabung.  

Lantaran jika ada kuman yang masuk ke dalam tubuhnya bisa membunuhnya kapan saja. Bahkan, orangtua David hanya bisa menyentuh putranya dengan sarung tangan khusus.  

Lalu di usinya yang ke enam, David berhasil keluar dari gelembung dan berjalan-jalan keluar dengan menggunakan baju yang dirancang khusus dari Nasa.  

Setelah diteliti, satu-satunya harapan yang bisa membuat David sembuh ialah mendapatkan transplantasi sumsum tulang belakang.  

Ironisnya, setelah transplantasi dilakukan penyakit baru justru menyerang David. Penyakit itu datang akibat sumsum tulang belakang yang didonorkan dari kakanya mengandung virus aktif. 

Sehingga membuat David diserang ratusan tumor ganas. Ia pun meninggal pada 22 Februari 1984 di usianya yang 12 tahun.

2. Paul Alexander

Saat Paul berusia enam tahun, ia terkena polio sehingga membuatnya lumpuh seumur hidup. Diketahui, vaksin polio sendiri dikembangkan pertama kali oleh Jonas Salk pada tahun 1950.

Vaksin itu lantas membuat penderita polio semakin berkurang. Diketahui sebelumnya, dokter masih menggunakan ventilator bagi penderita polio yang terganggu dalam pernafasan.  

Namun, seiring perkembangnya vaksin paru-paru besi itu tak lagi digunakan. Kini meski Paul telah selamat dari polio ia harus tetap menggunakan tabung paru-paru besi tersebut meski kini sudah berhenti produksi.  

Paul sendiri masih setia menggunakan alat tersebut selama 60 tahun karena merasa teknologi saat ini tidak semumpuni venilator yang ia gunakan.

Di balik keterbatasannya itu, semasa kecil Paul kerap melukis dengan menggunakan mulutnya. Saat pergi pun ia menggunakan kursi roda dan selalu membawa paru-paru besinya untuk digunakan saat dibutuhkan.  

Dan kini di usianya yang ke-70 tahun, Paul menjadi orang terakhir yang menggunakan tabung paru-paru besi itu.  

Ia juga telah berhasil menulis buku tentang pengalamannya hidup menggunakan tabung paru-paru besi itu.

3. Kakek dari India

Untuk kakek asal India ini bisa dibilang ia tidak sedang menderita penyakit. Ia justru seakan mendapatkan sebuah anugerah lantaran bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 70 tahun.  

Kakek asal India ini diketahui bernama Prahlad Jani. Saat usianya 7 tahun, Prahlad mengaku bertemu dengan seorang Dewi setelah melakukan perjalanan untuk mencari pencerahan batin.

Baca Juga : Tunda Jadi TKW, Efa Almahyra Kebanjiran Job Nyanyi, Intip Foto Cantiknya Yuk...

Dewi itulah yang klaim telah memberikan anugerah bertahan hidup itu. Padahal jika melalui penelitian, tubuh bisa bertahan hidup hanya selama delapan hingga 21 hari tanpa makan dan minum tergantung situasi.

Hal itu lantas membuat para dokter di India penasaran. Hingga akhirnya Prahlad dibawa untuk diteliti di rumah sakit.

Tim peneliti pun berharap bisa mengungkap kasus ini untuk bisa diterapkan kepada para prajurit dan astronot atau korban bencana.  

Lalu, selama 15 hari di sebuah ruangan yang terdapat CCTv dibuktikan jika Prahlad benar-benar tidak makan dan minum. Bahkan tidak ke toilet dan kondisinya terlihat baik-baik saja.  

Namun dikatakan oleh salah satu ahli saraf kemungkinan yang membuat Prahlad bertahan hidup ialah tubuhnya yang menyerap energi dari sekelilingnya, seperti matahari.  

Namun hingga kini penelitian masih terus dilanjutkan.  

4. Aruna

Masih dari India, seorang nenek bernama Aruna harus hidup selama 20 tahun di air. Ia menderita penyakit langka sehingga kulitnya terasa terbakar.  

Hal itu berawal dari suatu hari yakni tahun 1998 saat ia bangun dan tubuhnya tiba-tiba sangat sakit. Saat berobat, penyakit kulit yang ia derita tak kunjung sembuh.  

Hingga akhirnya ia memutuskan pergi ke danau untuk mencari ketenangan. Di sana saat melihat air, Aruna lantas berfikir itu akan membantu meredakan rasa sakitnya.  

Ternyata benar, dan sejak itulah ia mulai berendam di danu dekat rumahnya dari pagi dan kembali ke rumah malam hari. 

Bahkan warga sekitar menyebutnya sebagai putri duyung.

5. Rahma Haruna

Bocah asal Nigeria ini awalnya lahir dalam keadaan sehat. Namun saat berusia enam bulan, tiba-tiba tubuhnya mengalami demam tinggi.  

Lalu dokter mendiaknosanya bahwa Rahma mengalami kelainan fungsi tubuh sehingga membuat tahap perkembangan sebagai seorang balita berhenti.

Keluarganya pun sudah semaksimal mungkin melakukan berbagai upaya untuk membuat Rahma sembuh, namun tidak ada hasil.  

Rahma pun hidup dengan segala keterbatasan sebab ia tidak bisa berjalan dan melakukan hal lainnya.  

Ia pun dibantu oleh sang adik Fahat saat bepergian dengan meletakkannya disebuah baskom.

Hingga suatu hari seorang fotografer berhasil mengabadikan foto Rahma dan membagikannya di media sosial.  

berkat foto itu, bantuan pun bergantian datang kepada Rahma dan keluarga. Sayangnya, di tahun 2016 ia dinyatakan meninggal karena penyakit yang belum diketahui penyebabnya.