Jenazah Suwito dan TKP meninggalnya di selepan gabah (Foto: Dokpol/ TulungagungTIMES)
Jenazah Suwito dan TKP meninggalnya di selepan gabah (Foto: Dokpol/ TulungagungTIMES)

Awalnya tak terlihat sakit, Suwito (55) yang beralamat di Perum Puri Permata Blok D 07 RT 002 RW 007 Kelurahan Sembung Kecamatan/ Kabupaten Tulungagung yang berdomilisi di Dusun Cluwok Desa Gondosuli Kecamatan Gondang tiba-tiba terjatuh. 

Saat terjatuh, Suwito sedang mengangkat gabah terakhir dari empat karung yang akan digilingkan ke tempat penggilingan, Minggu (20/09/2020) sekira jam 10.30 wib.

Baca Juga : Viral, Inilah Sosok Kades di Tulungagung yang Sebut Ada Oknum Pejabat Tak Berjiwa Sosial

"Awalnya, korban yang sedang menggilingkan padi sebanyak empat karung gabah yang masing-masing karung seberat 50 Kilogram di penggilingan padi, saat hendak menaikkan karung yang ke- 4 berisi gabah 50 kilogram dengan cara digendong di depan perut korban," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Nenny Sasongko, saat dihubungi.

Karena harus naik ke tangga untuk menuangkan padi yang diselep dan sesampainya di pertengahan tangga dengan tinggi 1 Meter, Suwoto berhenti dan menurunkan satu karung gabah yang dibawa.

"Tidak lama kemudian korban terjatuh di lantai bawah tangga penggilingan padi dengan posisi terkelungkup," ujar Nenny.

Selanjutnya sama warga yang berada dilokasi, ditolong dan hendak dibawa ke rumah sakit, namun Suwito diketahui sudah meninggal dunia.

Baca Juga : Korban Meninggal Kecelakaan Kerja RSI Unisma Jadi 5 Orang, Polisi Segera Panggil Yayasan

"Karena diketahui sudah meninggal dunia, korban dibawa ke rumah orang tuanya," ungkapnya.

Dari keterangan saksi, di antaranya Muniroh (28) dan Loso (58) warga sekitar, diperoleh keterangan bahwa sebelumnya mengeluh sakit kepala. Korban 3 hari terakhir mengeluh sakit kepala dan diperiksakan ke dokter yang bersangkutan dinyatakan sakit vertigo dan asam lambung.