Turunnya hujan beberapa hari lalu bisa jadi sebagai penanda berakhirnya musim kemarau. Karena itu, infrastruktur saluran menjadi hal yang vital kala musim penghujan benar-benar tiba.
Sebagai langkah preventif, pembersihan saluran terus dilakukan di Kota Madiun, seperti yang terlihat di sungai Jalan Merapi.
Baca Juga : Kali Bambe Dibersihkan, Aliran Sungai Brantas pun Lancar
Beberapa petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemkot Madiun membersihkan aliran yang berujung ke Sungai Sumber Umis tersebut . “Sesuai instruksi Pak Wali Kota, sungai dan saluran harus bersih. Bersih ini berarti lebih enak dipandang dan alirannya bisa lancar. Apalagi ini mendekati musim penghujan,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Suwarno.
Dalam kegiatan bersih-bersih sungai ini, petugas dikelompokkan dalam beberapa tim. Pembersihan aliran sungai di Jalan Merapi ini dibersihkan sembilan petugas. Sedangkan kelompok lainnya membersihkan titik yang berbeda.
Pembersihan bukan hanya soal sampah, tetapi juga tanaman liar yang sudah cukup rimbun di aliran sungai. Tanaman itu tentunya bakal mengganggu aliran jika terus dibiarkan.
Suwarno mengajak masyarakat Kota Madiun untuk turut menjaga sungai dan saluran air lainnya. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke sungai.
Pengalaman Dinas PUPR, mereka sering mendapati sampah di aliran sungai. Bahkan tidak jarang juga yang membuang batang pohon berukuran cukup besar. Hal ini tentu saja menjadi potensi terjadinya penyumbatan aliran yang memicu banjir.
"Kebanyakan batang pohon pisang pisang yang buahnya sudah diambil, kemudian batangnya dibuang begitu saja ke sungai. Biarpun nantinya membusuk, tetapi hal ini membutuhkan waktu. Itu akan menghambat aliran air," ungkapnya l.
Baca Juga : DLH Kota Malang Apresiasi Komunitas Yyng Peduli Kebersihan
Menurut Suwarno, pekerjaan membersihkan sungai memang terlihat mudah. Namun, hal ini memiliki peranan sangat vital, terutama saat musim penghujan.
Pemerintah Kota Madiun memang sudah memperlebar saluran air di jalan-jalan protokol. Namun jika sungai yang menjadi ujung aliran itu tersumbat, maka pelebaran saluran di pinggir jalan juga tak akan bisa berfungsi maksimal.
"Sungai memegang peran penting. Karena itu, mari kita jaga bersama. Paling tidak masyarakat tidak membuang sampah di sungai," pungkas Suwarno.