Seperti mimpi yang sangat buruk, pria yang berinisial (AS) warga salah satu desa di Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung ini tampak terlihat masih bersedih. Pasalnya, AS masih kecewa menceritakan kisah hidupnya yang rumah tangganya berantakan setelah istrinya merantau ke Taiwan.
Awalnya, AS tak mengizinkan istrinya sebut saja Tonel (37) yang asli Trenggalek ini merantau. Namun, setelah di myakinkan bahwa Tonel ingin membantu dirinya mencari nafkah, AS pun dengan terpaksa memberi izin.
Baca Juga : Di Tengah Pandemi, Drakor Jadi Tontonan Favorit Ibu-Ibu di Tulungagung
"Dia meyakinkan saya, katanya biar cepat punya rumah dan uangnya demi masa depan anak," kata AS, Jumat (18/09/2020).
Pada tiga tahun kontrak pertama, Tonel masih sering menghubungi AS dan saling memberi support satu sama lain.
"Komunikasi melalui telpon, kangen anak dan saling curhat. Kami saling memberi semangat," paparnya.
Menjelang kepulangan Tonel, AS sudah mulai merasa aneh. Pasalnya, Tonel sering marah-marah tanpa sebab dan mengatakan akan mengurus perceraian.
"Loh, saya bingung tak ada hujan dan angin media sosial (Facebook) saya diblokir. Padahal tidak ada masalah apapun," lanjutnya.
Menjelang pulang, AS dapat telepon lagi dari Tonel yang mengaku akan membawa teman saat pulang ke rumah mertuanya di Trenggalek. Tonel meminta AS agar pulang ke rumah orang tuanya di Tulungagung selama istrinya di rumah.
"Dari sini kami mulai cek-cok, saya punya anak kok tidak boleh datang ke rumah yang selama ini jadi tempat bersama," tambahnya.
Saat pulang, Tonel tidak memberitahu pada AS sehingga tidak ada penjemputan seperti lazimnya kepulangan orang dari luar negeri.
"Dia pulang bersama teman wanita, nyarter mobil dari Juanda," ceritanya.
Karena tak boleh datang ke rumah mertua, AS malah penasaran dan ingin melihat apa yang terjadi.
Setelah memberanikan diri, AS datang dengan alasan menengok anak semata wayangnya.
Baca Juga : Wadahi Kawula Muda, Cafe Paris H&R Jadi Tongkrongan Asyik
"Saya terkejut, istri saya berpenampilan lelaki. Iya dia jadi seorang lelaki dengan dandan tomboy begitu," ungkapnya.
Dengan rambut pendek diwarna merah dan hijau, berkaca mata hitam dan berkaus singlet Tonel sempat bicara kasar pada AS. Bahkan, Tonel memanggil wanita yang ada dalam kamarnya dan menyebut bahwa itu adalah istrinya.
"Saya mengelus dada, antara percaya dan tidak karena saat menikah dan berangkat merantau istri saya itu kemayu (feminin)," ungkapnya.
Dirinya sempat berusaha bertahan, bahkan alasan demi anak AS juga mencari orang pintar agar istrinya dikembalikan seperti dahulu.
"Saat saya berusaha dan mencari alternatif agar istri saya sadar, tiba-tiba malah saya dapat surat dari pengadilan agama. Sebelum dia berangkat lagi dengan melalui jasa pengacara telah mengurus surat perceraian," tutur AS.
Seperti tak punya pilihan lain, AS kemudian mendatangi tiap panggilan dan menuruti kemauan Tonel yang menghendaki perceraian.
"Saya pakai akun lain berteman lagi dengan akun Facebook istri saya, saya lihat memang disana telah menjadi suami bagi sesama TKW. Ya biar sajalah, mungkin memang jalan Tuhan begini, saya menerima," pungkas AS sambil menunjukkan akun Facebook mantan istrinya yang berisi foto dan video aktivitasnya di rantau.