Pandemi Covid-19 bagi sebagian masyarakat di Tulungagung merupakan peluang untuk mengembangkan usaha dari rumah. Namun, sebagian yang lain menganggap pandemi berdampak pada usaha, sehingga mengakibatkan penurunan pendapatan.
Demikian juga yang dialami oleh make up artis pecinta blogger beauty Tasya Farasya, Bernadeta Gureti (31) pegiat salon kecantikan asal Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung ini. Selain usahanya mengalami penurunan omzet, Deta-sapaannya- lebih banyak di rumah dan mengaku jadi ketagihan dengan drama korea atau drakor.
Baca Juga : Wadahi Kawula Muda, Cafe Paris H&R Jadi Tongkrongan Asyik
"Kebanyakan di rumah. Banyak pekerjaan dari rumah dan akhirnya hiburan saya ya drama korea," kata wanita berparas cantik ini.
Bagi wanita yang awalnya tomboy ini, Drakor bisa dibilang beda dengan sinetron dalam negeri atau drama dari negara lainnya. Kecuali cerita yang memukau, selalu ada pelajaran yang dapat diperoleh dari seri per seri drama korea yang ditontonnya.
"Ceritanya tidak bertele-tele dan selalu membawa pesan moral," ujarnya.
Saking menyimaknya Drakor yang nyaris tiap waktu tidak pernah absen dari layar kaca dan gawai miliknya, Deta mengaku tahu betul judul-judulnya. Diantaranya Crash Landing On You, Iteawon Class, Hai Bye Mama, A World of The Married, VIP hingga Sky Castle.
"Bahkan karakter pemeran, baik pro dan antagonis saya masih ingat," ungkap Deta yang kini mengaku telah berganti keyakinan ini (mualaf).
Selain itu, Deta mempunyai group pecinta drakor yang sering di dalamnya saling update link sehingga tidak kehabisan cara bergosip tentang artis dan judul paling anyar.
"Aktor dan aktrisnya menarik, tampang atau visualnya oke, actingnya juga oke," terangnya.
Untuk menjaga hubungan sosial dengan teman-temannya, Deta mengaku juga masih aktif mengikuti kegiatan berbagai komunitas di sela waktu longgar. "Keluarga, teman dan sahabat ini bagian dari prioritas. Ya tidak bisa kita meninggalkan mereka meski hanya bertemu sekedar ngopi dan nongkrong saja," paparnya.
Meski drakor dikatakan Deta punya cerita yang variatif dan mengaduk perasaan, dirinya tidak hanyut dalam ketokohan aktor yang dikagumi dan peran yang dibencinya.
Senada dengan Deta, Untari (28) ibu rumah tangga ini mengatakan, setelah menyelesaikan nonton utuh Love In The Moonlight ,dirinya menjadi sangat penasaran ingin menyaksikan drama lain yang jadwalnya terus update.
"Seru, sampai saya tidur larut jika nunggu drakor di tv," kata wanita yang akrab dipanggil U'un ini.
Bahkan saat tayang episode baru Uncontrollably Fond yang tayang dini hari, U'un rela menyetel alarm di handphone dengan suara maksimal, agar bisa terjaga menjelang drakor kesayangan dimulai.
Baca Juga : Jarang Diketahui, Inilah Lokasi Pertama Kali Jibril Ajari Rasul Salat
"Jika ketinggalan, ada aja alasan marah sama suami. Ngambek gitu," ujarnya.
Lain halnya dengan Uswah, wanita yang juga mengaku senang dengan drakor ini tetap berusaha mengikuti tiap seri. Namun baginya momen tengah malam sambil menunggu acara mulai sekalian digunakan untuk salat malam.
"Ya itu karena sejak sebelum saya ada drakor udah biasa bangun malam. Bahkan saya nonton sambil menyiapkan bumbu untuk jualan pagi," kata Uswah yang tiap pagi jualan nasi pecel dan campur di teras rumahnya ini.