Wali Kota Malang, Drs. Sutiaji saat mengikuti Festival Mbois GrandShow 2020 (tangkapan layar Festival Mbois)
Wali Kota Malang, Drs. Sutiaji saat mengikuti Festival Mbois GrandShow 2020 (tangkapan layar Festival Mbois)

Wali Kota Malang Drs. Sutiaji menyebut bahwa pengangguran terbuka di Kota Malang meningkat. Akan tetapi dengan adanya ekonomi kreatif (ekraf), justru pengangguran tersebut bisa mempekerjakan banyak orang jika memanfaatkan industri kreatif dengan teknologi yang semakin berkembang.

"Industri kreatif ini jika dipandang secara makruh ini luar biasa perkembangannya di Kota Malang. Untuk pengangguran terbukanya juga tinggi, tapi bisa jadi tidak demikian. Tapi dengan ekonomi kreatif (di Kota Malang) ini bisa jadi justru mereka bisa memperkerjakan banyak orang dengan teknologi yang ada sekarang. Dan ini yang saya kira bisa menjadi perubahan paradigma pengangguran," ungkap Sutiaji.

Baca Juga : Birokrasi Bersih Melayani, Sutiaji: Institusi Pemerintahan Bisa Semakin Kokoh

Era sekarang industri berbeda dengan tahun 80an yang masih manufaktur, Sutiaji justru berbeda pemikiran dengan mengatakan bahwa industri kreatif justru bisa memunculkan sebuah karya yang tidak dimiliki pesaingnya jika benar-benar dikerjakan secara serius dan berkelanjutan.

"Tahun 80an industri manufaktur, tapi sekarang industri itu kreatif. Jadi bisa dikerjakan dengan kreativitas sehingga menghasilkan sebuah karya yang sangat bagus. Ini tugas anak-anak muda, Indonesia mau dibawa kemana tergantung anak-anak muda era sekarang," ujarnya.

Disinggung mengenai dukungan untuk komunitas kreatif yang ada di Kota Malang, Sutiaji mengaku bahwa untuk tahun ini memang pemerintahan sedang fokus penanganan covid-19. Akan tetapi, industri kreatif bisa membuat kinerja pemerintah semakin ringan karena bisa mengembangkan perekonomian masyarakat yang disebut banyak orang saat ini mengalami kesulitan.

"Di musim pandemi pemerintah konsen untuk urusan pandemi, tapi kami tetap sangat mendukung para komunitas kreatif yang ada di Malang. Kami harap ini berkelanjutan, jadi kolaborasi yang seharusnya dilakukan memang harus terus terjadi," tutur Sutiaji.

Lanjut Sutiaji, untuk mendukung perkembangan industri kreatif dalam hal ini pemerintah Kota Malang sebelumnya telah merencanakan pembangunan Malang Creative Center (MCC) sebagai wadah para pelaku ekraf khususnya anak-anak muda 'Bhumi Arema'. "Pemerintah ingin mewadahi yang nantinya akan menjadi rumah besar teman-teman kreatif. Tahun 2020 kami memang refocusing (anggaran), tapi 2021 kami rencanakan lagi," katanya.

Baca Juga : Wali Kota Malang Buat Edaran, Minta Warganya Amalkan Doa untuk Lenyapkan Covid-19

Di sisi lain, Sutiaji juga menyebut bahwa Kota Malang ini mampu menggerakkan sesuatu sehingga dinobatkan menjadi kota kreatif se Indonesia meski masih dalam bayang-bayang pandemi covid-19. 

"Hanya orang kreatif saja yang pada masa begini bisa bergerak. Tapi Malang ini anomali, yang lain sedang berusaha tapi Malang bisa bergerak. Itu yang harus terus didorong," pungkasnya.