Iilustrasi
Iilustrasi

Puuhan ribu pelajar di Kabupaten Blitar bakal mendapat bantuan kuota internet gratis dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penerima bantuan telah diusulkan oleh Pemkab Blitar melalui Dinas Pendidikan dan ditargetkan terealisasi akhir September  ini. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusumarjaka mengungkapkan pihaknya mengusulkan 70.737 siswa SD dan 32.956 siswa SMP mendapatkan kuota internet gratis.

Baca Juga : Kota Blitar Zona Oranye, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dilanjutkan

Dia mengatakan pemerintah pusat menggelontorkan bantuan ini untuk mengurangi beban siswa dan guru jenjang SD-SMP sederajat yang menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) daring sebagai dampak pandemi covid-19.

“Kami usulkan puluhan ribu data pelajar SD dan SMP untuk mendapatkan bantuan internet gratis dari pemerintah pusat melalui Kemendikbud. Calon penerima sudah kita usulkan dan semoga cepat terealisasi untuk kelancaran pembelajaran daring di Kabupaten Blitar,” ungkap Budi. 

Dikatakannya, bantuan subsidi kuota internet dari Kemendikbud tidak hanya diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP. Kemendikbud juga akan memberikan subsidi bantuan kuota internet kepada guru, dosen dan mahasiswa. Bantuan utnuk guru dan dosen akan diberikan selama empat bulan mulai September hingga Desember 2020. 

“Pelajar SD dan SMP akan mendapatkan bantuan kuota internet sebesar 32 GB per bulan. Sedangkan guru akan mendapatkan 45 GB per bulan. Untuk mahasiswa dan dosen per bulan mendapatkan bantuan 50 GB,” jelasnya. 

Baca Juga : Dana BOS di Masa Pandemi Diselewengkan, Hukuman Mati Menanti

Lebih dalam Budi menyampaikan,  Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar hanya bertugas memverifikasi seluruh nomor handphone (HP) siswa. Untuk selanjutnya  bantuan kuota akan dikirim ke masing-masing nomor telepon siswa. 

”Program ini dari pusat, yakni Kemendikbud. Untuk teknisnya nanti masing-masing lembaga pendidikan mengirimkan data nomor HP  siswa maupun guru yang di-upload melalui dapodik. Selanjutnya bantuan kuota langsung ditransfer ke setiap handphone (HP) siswa untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar secara daring,” pungkasnya.