Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

SURABAYATIMES - Penambahan kasus Covid-19 di Indonesia semakin tak terkendali belakangan ini. Pada Rabu (16/9) Kementrian Kesehatan RI merilis ada 3.963 kasus baru di Indonesia. Selain soal penambahan kasus baru, kasus kematian juga ikut meningkat. Di hari yang sama ada 135 kematian di Indonesia.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mencatat ada kenaikan 2,2 persen kasus meninggal akibat COVID-19 di Indonesia.  "Perkembangan kasus meninggal COVID-19 selama seminggu terakhir ini mengalami kenaikan 2,2 persen," kata Wiku, dalam konferensi pers dari Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dia kemudian merinci lima provinsi dengan kenaikan kasus kematian tertinggi berdasar data 13 September. Yakni: Sumatera Barat sebesar 150 persen (4 orang menjadi 10 orang); Bali naik 72,5 persen (40 orang menjadi 69 orang); Riau sebesar 35,5 persen (naik dari 17 orang menjadi 23 orang); DKI Jakarta naik sebesar 28,6 persen (91 kasus kematian menjadi 117 kematian); Jawa Timur naik 11,2 persen (dari 196 orang menjadi 218 orang). 

Wiku pun kemudian meminta agar persentase angka kematian ditekan oleh pemerintah daerah. "Kami mohon perhatian kepada seluruh pemda lima provinsi ini dan seluruh masyarakat agar perlu berhati-hati agar angka kematian betul-betul dapat bisa ditekan. Sehingga tidak menimbulkan korban lagi ke depan," ujarnya.

Selain itu dalam catatan satgas, ada lima kota dengan laju kematian tertinggi di Indonesia per 13 September. Yakni, Kota Surabaya (35,96 per 100.000 penduduk); Kota Semarang (31,71 per 100.000 penduduk); Jakarta Pusat (29,78 per 100.000 penduduk); Kota Manado (23,03 per 100.000 penduduk); Kota Mataram (22,98 per 100.000 penduduk). 

Sebab itu Wiku meminta agar pemkot menekan laju kematian. Ia juga meminta masyarakat turut serta membantu untuk menekan angka tersebut. "Kami berpesan bahwa angka angka kematian ini mohon betul-betul dapat ditekan. Mohon bantuan seluruh masyarakat kita sekarang sedang menghadapi pandemi. Mari kita jaga seluruh keselamatan rakyat Indonesia dengan menjalankan protokol kesehatan dengan ketat agar angka ini di kemudian hari atau besok selalu menurun dan kondisinya membaik," imbuhnya.

Sementara itu angka kematian Covid-19 di Surabaya terakhir sudah mencapai 1.000 kasus lebih pada Rabu (16/9). Dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 13 ribu lebih serta yang sudah sembuh 11 ribu orang lebih.

Sementara itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap mendisiplinkan diri dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. 

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 saat ini belum pulih normal. Dia berharap kepada seluruh masyarakat untuk bisa menahan diri tidak keluar rumah jika tidak penting. "Berdasarkan data terbaru, jumlah anak-anak muda yang positif Covid-19 semakin meningkat," ujarnya di Balai Kota Surabaya.

Baca Juga : 1 Warga Positif Covid-19 , Satgas Desa Semprot Fasilitas Umum

"Saya berharap sekali, warga harus bisa mencegah hal tersebut dengan mendisiplinkan diri. Karena itu saya mohon dengan hormat, terutama pada anak-anak muda. Karena data yang saya amati hampir 70 persen dari anak muda serta anak-anak," imbuhnya.