Tampak, gedung RSUD Syamrabu Bangkalan (foto/redaksi bangkalantimes.com)
Tampak, gedung RSUD Syamrabu Bangkalan (foto/redaksi bangkalantimes.com)

Sejumlah pejabat dan pegawai Rumah Sakit Umum Daerah RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (RSUD Syamrabu) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19.

Namun, meski dari sejumlah pegawai dan pejabat terkonfirmasi positif covid-19, pelayanan RDUD Syamrabu kini tetap berjalan.

Baca Juga : Bertambah 5 Orang, Kini 49 Tenaga Medis di Lumajang Positif Covid-19

Nunuk Kristiani menyebutkan, sudah 9 orang pegawai yang sudah dirawat di ruang isolasi dan satu isolasi mandiri. "Iya ada sekitar 10 orang terdiri dari pejabat dan manajemen termasuk Dr Farhat," terang Direktur RSUD Syamrabu, Rabu (16/09/2020).

Nunuk sapaan lekatnya itu menjelaskan, meski sejumlah pejabat dan pegawainya terkonfirmasi covid-19, dia mengatakan, semua pelayanan RSUD tetap berjalan normal seperti biasanya.

Bahkan, Pihak RSUD telah melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala di setiap ruangan. "Kita juga sudah memberlakukan work from home (kerja dari rumah), untuk jajaran pegawai administrasi," imbuhnya.

Namun saat ini, ia mengatakan kondisi sebagian staf administrasi yang dirawat semua stabil tanpa oksigen dan hanya satu yang memerlukan bantuan oksigen.

"Alhamdulillah, kondisi mereka semua stabil, dan terus membaik," kata dia.

Baca Juga : Dua Minggu Pertama Bulan September, Lumajang Tambah 95 Orang Positif Covid-19

Maka dari itu, Nunuk Berpesan atas terkonfirmasinya pegawai dan pejabat RSUD ini, agar masyarakat lebih waspada dan benar-benar mematuhi protokol kesehatan.

Karana kata dia, virus ini bukan main-main. Pegawai RSUD yang terkonfirmasi bukan hanya mereka yang di bidang pelayanan tapi juga bidang administrasi. "Jadi virus ini tidak pilih-pilih," tutupnya.

Sekedar diketahui kasus covid-19 di Kabupaten Bangkalan terus mengalami peningkatan, berdasarkan data peta sebaran covid-19 Kabupaten Bangkalan pertanggal 15 September yang terpapar (confirm lab) sebanyak 484 pasien. Sementara pasien sembuh sebanyak 335 orang.