Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (tengah) bersama Plt Kepala Dispendukcapil dan Kepala Kemenag Kabupaten Malang dalam launching program Kakiku Baru, Senin (14/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (tengah) bersama Plt Kepala Dispendukcapil dan Kepala Kemenag Kabupaten Malang dalam launching program Kakiku Baru, Senin (14/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang melakukan kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang terkait perubahan data status masyarakat yang telah melangsungkan pernikahan secara sah di mata hukum negara dan agama.

Kerja sama tersebut menghasilkan sebuah program yang telah di-Launching oleh Dispendukcapil bersama KemenagĀ  Kabupaten Malang di salah satu hotel berbintang di Kota Malang bernama KAKIKU BARU (KK, KTP, Identitasku Baru).

Baca Juga : Diskominfo Kabupaten Malang Ajak Media Massa Aktif Edukasi Masyarakat Perangi Cukai Ilegal

Plt Kepala Dispendukcapil Kabupaten Malang, Sirath Aziez mengungkapkan bahwa program tersebut di-Launching agar dapat memudahkan masyarakat yang baru saja melangsungkan pernikahan. "Kemudian yang kita layani di Kakiku Baru ini adalah pasangan yang melakukan pernikahan," ungkapnya ketika ditemui awak media seusai acara launching, Senin (14/9/2020).

Untuk hal kepengurusan administrasi kependudukan, pasangan yang baru saja melangsungkan pernikahan tersebut dapat terakomodir secara langsung. "Nanti yang dilakukan oleh teman-teman dari KUA (Kantor Urusan Agama, red), kemudian dilakukan proses Upload untuk pendaftarannya dan kami proses di dinas," jelasnya.

Dari proses tersebut, secara otomatis status dalam identitas diri berupq KK (Kartu Keluarga) dapat berubah dan dapat dilakukan pencetakan di KUA. "Sementara untuk KTP nya itu nanti kita cetak di dinas, kita kirim ke kecamatan. Nanti temam-teman kecamatan kita minta menyerahkan KTP itu tadi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang, Mustain mengatakan bahwa dengan adanya kerjasama program antara Dispendukcapil dengan Kemenag Kabupaten Malang dapat mempermudah dan memberikan masyarakat luas di Kabupaten Malang, utamanya bagi pengantin baru.

Mustain pun menuturkan bahwa dalam situasi pandemi Covid-19 terdapat banyak dampak negatif maupun positif. Tetapi dengan adanya program ini, merupakan salah satu dampak positif yang dapat dirasakan oleh banyak orang. "Dampak positifnya adalah Dispendukcapil mampu merubah status dalam administrasi dengan bekerja sama dengan KUA secara online," ujarnya.

Mengingat pada situasi dan kondisi pandemi Covid-19, intensitas masyarakat di Kabupaten Malang untuk melangsungkan pernikahan meningkat. "Mudah-mudahan ini layanan yang lebih baik di kalangan KUA," sebutnya.

Baca Juga : Bapenda Kabupaten Malang Gunakan SiPanji, Optimalkan Pengelolaan Pajak

Sementara itu, Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat yang juga hadir dalam launching Kakiku Baru mengungkapkan bahwa akselerasi pelayanan publik untuk saat ini sangat dibutuhkan bagi masyarakat Kabupaten Malang di seluruh bidang. "Hampir semua bidang sektoral ada hubungannya dengan Dispendukcapil," tuturnya.

Karena secara khusus pelayanan dalam program Kakiku Baru merupakan salah satu upaya serius yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dispendukcapil Kabupaten Malang. "Secara khusus pelayanan Kakiku Baru ini adalah program keseriusan Pemerintah Kabupaten Malang yang bekerja sama dengan Dispendukcapil, Kementerian Agama serta KUA di 33 kecamatan," pungkasnya.

Sebagai informasi bahwa selurug pengurusan berkas dalam program Kakiku Baru tidak berbayar alias gratis. Akan tetapi masyarakat hanya dibebankan biaya pengiriman melalui Kantor Pos sebesar Rp 10.000,-.