Ridho (18), petani kopi muda asal Wonosalam saat memanen kopi di kebunnya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Ridho (18), petani kopi muda asal Wonosalam saat memanen kopi di kebunnya. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

Para petani kopi di lereng gunung Anjasmoro, Kecamatan Wonosalam, Jombang, mulai memanen kopinya. Sayangnya, panen kopi tahun ini dikeluhkan para petani karena mengalami penurunan harga ketimbang tahun sebelumnya.

Seperti yang dirasakan oleh petani kopi, Ridho (18) ini. Petani muda asal Dusun Mendiro, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, itu mulai memanen kopi jenis excelsa. Kopi dengan ciri rasa asam dan beraroma nangka itu, ia petik di kebunnya seluas 2 hektar (ha) di ketinggian 600 meter (m) di atas permukaan laut (mdpl).

Baca Juga : Gas Elpiji 3 Kilogram Subsidi Telat di Jombang, Ini Penjelasan Pertamina

Disampaikan ridho, saat ini belum memasuki masa panen raya. Ini baru panen pertama sehingga hasil panen belum maksimal. Hingga saat ini, kopi yang ia panen baru 1 ton dari semua pohon di kebun kopinya.

"Panen awal ini baru dapat 1 ton. Biasanya kalau panen raya bisa sampai 2-4 ton kopi," ujarnya saat ditemui di kebun kopi miliknya.

Untuk kopi excelsa, petani lebih memilih melakukan petik kopi berbiji merah. Ini untuk menjaga kualitas kopi di pasaran. Harga kopi di pasaran, kata Ridho, mengalami penurunan harga ketimbang tahun sebelumnya.

Untuk harga kopi yang masih belum diproses atau masih ceri, saat ini senilai Rp 4 ribu perkilogram. Sedangkan, harga kopi excelsa dalam bentuk green bean di kisaran harga Rp 50 ribu perkilogram. 

"Tahun lalu harga kopi mencapai Rp 60 ribu," tandasnya.

Baca Juga : Pemerintah Tak Bisa Kontrol Harga Tembakau, Ketua DPRD: Pabrik Tolong Petani Dihormati

Sementara, petani kopi lainnya, Tumian (50) mengatakan, musim panen raya baru dimulai pada bulan November mendatang. Ia memperkirakan saat musim panen raya tiba, harga kopi akan turun. Untuk itu, ia berharap pohon kopi di lahannya yang seluas 1 ha itu bisa menghasilkan kopi sebanyak mungkin. Saat ini, ia baru bisa memanen kopi hanya 5 kuintal saja.

"Saat ini baru 5 kuintal saja karena baru awal panen. Semoga panen raya nanti bisa melimpah," pungkasnya.