Pasokan elpiji 3 kg di pangkalan gas elpiji Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (Istimewa)
Pasokan elpiji 3 kg di pangkalan gas elpiji Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. (Istimewa)

Pasokan gas elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi di sejumlah daerah di Jombang tersendat sejak dua bulan terakhir. Hal ini membuat masyarakat pengguna gas melon bersubsidi ini pun terbilang dibuat kewalahan untuk mendapatkannya.

Kondisi itu pun akhirnya membuat pihak Pertamina angkat suara. Melalui Section Head Communication Relation Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menerangkan, tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg di Jombang. Hanya saja, permintaan gas elpiji melon tersebut mengalami lonjakan belakangan ini.

Baca Juga : Dua Bulan Kiriman Elpiji Subsidi Telat di Jombang, Pasokan pun Berkurang

"Kelangkaan belum tentu disebabkan karena barang tidak tersedia. Kelangkaan bisa terjadi karena pada saat yang bersamaan permintaan akan barang tersebut meningkat. Adanya peningkatan konsumsi elpiji 3 kg di beberapa lokasi di kabupaten Jombang, bisa disebabkan oleh banyak hal. Diantaranya mulai berangsur pulihnya kegiatan ekonomi masyarakat yang membutuhkan elpiji," terangnya kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).

Selain memberikan keterangan itu, Ahad juga mengatakan telah meminta timnya turun melakukan pengecekan di sejumlah agen distributor dan pangkalan gas elpiji di kota santri.

“Sebanyak 30 agen elpiji dan 716 pangkalan yang tersebar di 21 kecamatan di kabupaten Jombang, stok elpiji dinilai aman,” ujarnya. 

Ahad juga menyampaikan, bahwa selama pandemi Covid-19 berlangsung, pihak Pertamina tidak pernah melakukan pengurangan pasokan elpiji 3 kg di semua daerah. Untuk di Jombang, kebutuhan elpiji 3 kg mencapai 106.000 tabung. Ahad memastikan semua kebutuhan itu terpenuhi setiap harinya.

"Kita Pertamina itu dari awal pandemi bulan Maret, sebanyak 106.000 tabung kita kirim setiap hari. Tidak ada pengurangan dari Pertamina. Baik ke agen maupun pangkalan. Hingga tanggal 31 Agustus Tahun 2020, Pertamina sudah menyalurkan elpiji bersubsidi 3 kg bagi masyarakat Jombang sebanyak 31.900 Metrik Ton (MT)," ujarnya.

Dikatakannya juga, Pertamina memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan gas elpiji di tingkat agen hingga pangkalan. Yang terjadi di Jombang, lanjutnya, tersendatnya pasokan elpiji terjadi di tingkat pengecer. 

Baca Juga : Harga Cabai Anjlok, Para Petani di Poncokusumo Pilih Tak Panen

"Yang terjadi itu di tingkat pengecer, itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Tadi sudah dicek hampir di beberapa titik pangkalan, semuanya (gas elpiji 3 kg) ada setiap pagi," imbuhnya.

Sementara, Ahad kembali mengingatkan kepada masyarakat yang berhak mengakses gas elpiji bersubsidi itu, untuk membeli di pangkalan atau agen. Ia memastikan, pasokan tidak akan ada keterlambatan maupun kelangkaan. Sedangkan, masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji bersubsidi 3 kg, agar menggunakan Bright Gas 5,5 kg dan 12 Kg. Seperti masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas, Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan eselon tertentu, TNI/POLRI, pengusaha cafe, dan restoran.

"Sehingga tidak mengurangi hak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang seharusnya berhak menggunakan LPG bersubsidi 3 kg tersebut," tandas Ahad.