Kepala perwakilan BI Malang Azka Subhan (tangkapan layar Mbois Tour Malang)
Kepala perwakilan BI Malang Azka Subhan (tangkapan layar Mbois Tour Malang)

Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia (BI) Malang menyebut industri kreatif memiliki celah untuk membangkitkan perekonomian masyarakat di Kota Malang. Hal tersebut karena saat ini perkembangan teknologi juga sangat berpengaruh terhadap penjualan segala macam jenis produk.

Ungkapan Kepala BI Malang Azka Subhan itu terkait  Festival Mbois ke-5 yang digagas Malang Creative Fusion (MCF) karena membuat sejumlah produk dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa dikenal banyak orang. Sebab, di sana produk UMKM dipajang dan dipasarkan melalui pameran virtual.

Baca Juga : Coret 1,6 Juta Calon Penerima BLT Tak Sesuai Kriteria, Kemenaker Ancam Jatuhkan Sanksi

 

Dalam kegiatan Mbois Tour Malang, terlihat pameran virtual yang dihasilkan anak-anak muda Malang mampu membuat seperti lpameran sesungguhnya. Pengunjung tinggal menggerakkan layar seperti berjalan kaki untuk menikmati pameran yang tersedia di setiap ruangan.

Oleh karena itu, Bank Indonesia juga sangat mendukung adanya event tersebut. Bahkan BI menilai kegiatan seperti ini bisa membuat UMKM hingga pelaku seni bisa berbuat lebih banyak meski masih dalam masa pandemi covid-19.

“Mengapa BI hadir di sini (Festival Mbois 5)? Karena BI adalah lembaga ekonomi yang tujuannya bagaimana mendorong perekonomian daerah. Kali ini melalui satu sektor yang bernama ekonomi kreatif. Itu salah satu yang ke depan bakal menjadi satu pertumbuhan ekonomi baru selain parisiwata dan yang lain. Ekonomi Kreatif ini sangat perlu untuk didukung,” ujar Azka Subhan.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Malang (DKM) Bobby Nugroho mengatakan bahwa pelaku seni yang saat ini berusia senja sudah harus memikirkan apa yang dibutuhkan generasi muda sebagai penerusnya. Sebab,  dalam peradaban baru ini, tentu seni akan berbeda dengan sebelumnya.

Baca Juga : UMKM Dituntut Lebih Kreatif pada Masa Pandemi dan Ikuti Perkembangan Teknologi

 

“Kita juga harus mempelajari apa sih yang diinginkan generasi muda untuk 4 sampai 10 tahun ke depan agar kita bisa menyiapkan jalan bagi mereka di peradaban baru ini. Bagaimanapun mereka adalah penerus dan tentunya gaya seniman lama dan seniman muda-muda sangatlah berbeda," kata Bobby.