TRENGGALEKTIMES - Usai Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Alfan-Zaenal mendaftar, giliran petahana Moch. Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara yang menyusul mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek. Tidak seperti bapaslon sebelumnya, Moch. Nur Arifin dan Syah Muhammad Natanegara datang ke KPU diiringi rombongan tukang becak pengurus partai koalisi.
Moch. Nur Arifin bakal calon Bupati yang telah mengikuti pendaftaran di KPU menerangkan bahwa pihaknya diantar oleh tujuh partai yang memiliki kursi di parlemen, yakni PDI Perjuangan, Golkar, Demokrat, PAN, Hanura, PPP, dan Gerindra.
Baca Juga : Bapaslon SanDi Deklarasi, Ahmad Basarah: Kabupaten Malang Masuk Prioritas Utama
Arifin juga menambahkan sebelum mendaftar terlebih dahulu diawali dengan deklarasi singkat di tugu Garuda, selanjutnya diantar komunitas pengemudi becak ke KPU bersama tujuh parpol koalisi. "Kami sengaja ajak komunitas tukang becak tidak untuk pencitraan, namun juga untuk meningkatkan ekonomi di masa pandemi Covid-19," tuturnya.
Lanjut Arifin, setelah syarat administrasi kelengkapan ke KPU disetujui pihaknya bakal ikuti serangkaian tahapan lagi yakni ikuti tes kesehatan. "Alhamdulillah, berkas kami disetujui dan tanggal 7-8 mendatang kami bakal ikuti tes kesehatan di RS Surabaya," tutur Arifin.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek Gembong Derita Hadi menjelaskan dengan demikian sudah ada dua bakal pasangan calon yang mendaftar ke KPU. Yang pertama Alfan-Zaenal kemudian disusul oleh Arifin-Syah.
"Bapaslon Arifin-Syah dinyatakan telah memenuhi syarat kelengkapan administrasi, dan telah kita beri surat untuk proses tes kesehatan di RS Surabaya," kata Gembong, Jum'at sore (04/09/20).
Gembong menambahkan, hasil pendaftaran hari ini belum final, pasalnya bapaslon masih harus melalui proses tes kesehatan. Bahkan dimungkinkan tes kesehatan ada dua, yakni tes untuk keperluan persyaratan dan tes kesehatan Covid-19.
Baca Juga : Puan Maharani Bakal Dilaporkan pada Bareskrim, Buntut Polemik Ucapan Soal Sumbar Dukung Pancasila
Perlu diketahui, secara garis besar tahapan pilkada dalam masa pandemi ini tidak berbeda jauh dari pilkada sebelumnya. Adapun penambahannya pada tes swab masing-masing bacalon.
Namun jika tes Swab itu telah dilakukan dengan hasil negatif, tes kesehatan di Rumah Sakit Surabaya hanya cukup tes kesehatan sebagai persyaratan.