free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Nelayan Pantai Popoh Larung Semboyo, Wujud Rasa Syukur

Penulis : Joko Pramono - Editor : Yunan Helmy

02 - Sep - 2020, 23:05

Loading Placeholder
Warga bersama-sama mendorong semboyo ke laut. (Joko Pramono for Jatim TIMES)

Setiap bulan Suro pada penanggalan Jawa, nelayan di Teluk Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung, menggelar acara adat larung semboyo. Untuk tahun ini, larung semboyo dilakukan pada Rabu (2/9/20).

Pada pelaksanaan acara ini, seluruh nelayan di Teluk Popoh berhenti melaut.

Baca Juga : Jasa Cuci Pusaka di Jombang ini Raup Omzet Rp 2,5 Juta Sehari di Bulan Suro

Nelayan berharap, dengan melarung sesaji ke tengah laut dan juga menggelar kenduri, hasil tangkapan nelayan semakin baik.

Semboyo berisi berisi bunga tujuh rupa dan kepala kambing yang ditaruh dalam miniatur perahu berhias janur kuning.

Usai dibacakan doa, sembonyo atau sesaji dilarung ke tengah laut. Berbagai sesaji yang ada diletakkan di atas sampan berhias janur kuning dan diseret ke tengah laut.  

Ratusan warga nelayan dan pengunjung beramai-ramai ikut mengantar perahu sesaji tersebut dengan menumpang puluhan perahu nelayan.

Sampai di tengah laut, sesaji berupa kepala kambing, peralatan selamatan, bunga tujuh rupa yang diletakan dalam perahu kecil itu ditenggelamkan.  

Selepas ditenggelamkan, para nelayan mengambil air di sekitar sembonyo untuk disiramkan ke perahu mereka. Hal itu dilakukan dengan harapan mereka mendapat rezeki melimpah saat di laut dan dijauhkan dari marabahaya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara kali ini tak diwarnai dengan rebutan gunungan berisi hasil bumi.

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo yang hadir dalam acara ini mengatakan larung semboyo merupakan tradisi yang harus dilestarikan.

Baca Juga : Malam Jumat, Warga Banyuwangi Gelar Tradisi Baritan Sambut Bulan Suro

Acara ini sebagai bentuk rasa syukur atas karunia Sang Pencipta kepada nelayan. “Kegiatan ini merupakan adat tradisi yang digelar setiap tahun dan turun-menurun. Diharapkan dengan adanya labuh laut atau sedekah laut ini, rezeki nelayan akan semakin berlimpah. Tangkapannya juga semakin banyak,” ujar Maryoto.

Maryoto menilai acara ini bisa dikembangkan menjadi suatu wisata budaya. Untuk menjaga kelestarian budaya ini, pihaknya berupaya selalu hadir dalam acara ini. “Kami harus datanglah,” ucapnya singkat.

Dalam acara ini pula, pihaknya juga menyosialisasikan pentingnya protokol kesehatan dalam pandemi covid-19.

Disinggung permintaan dari Kepala Desa Besole Suratman yang meminta perbaikan jalan menuju Pantai Popoh yang kondisinya rusak parah, bupati berjanji untuk segera memperbaikinya agar perekonomian di wilayah ini lebih lancar.

“Jalan rusak akan kami prioritaskan. Akan kami ajak Dinas PU dan Bappeda. Ini lho yang kami prioritaskan,” pungkasnya.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Joko Pramono

Editor

Yunan Helmy

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---