Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Aniswaty Aziz saat membandingkan persentase kematian di Jatim dengan Kabupaten Malang.(Foto : Dokumen MalangTIMES)
Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Aniswaty Aziz saat membandingkan persentase kematian di Jatim dengan Kabupaten Malang.(Foto : Dokumen MalangTIMES)

Menjelang akhir Agustus 2020, kasus kematian pasien covid-19 di Kabupaten Malang kembali melandai. Sejak 25 Agustus, tidak ada penambahan pasien positif meninggal sehingga angka total  sampai Jumat (28/8/2020) tetap 47 orang  yang dinyatakan meninggal dunia.

”Sejak 4 hari lalu (Selasa 25/8/2020) jumlah pasien yang dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar covid-19 masih sama jumlahnya. Masih tetap 47 orang,” kata Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang Aniswaty Aziz.

Baca Juga : Tambah 10 Pasien, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Malang Tembus 723 Kasus

Seperti yang sudah diberitakan, setelah sempat landai sejak akhir Juli 2020 lalu, jumlah pasien covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia di Kabupaten Malang kembali mengalami penambahan pada pertengahan Agustus 2020.

”Dalam kurun waktu 19 hingga 25 Agustus (2020) Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang mengonfirmasi jika jumlah pasien covid-19 yang meninggal dunia bertambah 4 orang menjadi 47 pasien,” ucap Aniswaty.

Meski sempat bertubi-tubi mengalami penambahan, lanjut Aniswaty, jumlah kasus pasien covid-19 yang meninggal dunia kembali melandai. Sejak Selasa (25/8/2020) jumlahnya masih stagnan di angka 47 kasus.

”Dengan adanya 47 pasien yang meninggal tersebut, membuat persentase kematian akibat terpapar covid-19 di Kabupaten Malang mencapai 6,5 persen,” ungkap Aniswaty.

Sebagai informasi, persentase kematian yang mencapai 6,5 persen tersebut berdasarkan pada jumlah kasus  dibandingkan dengan jumlah pasien yang meninggal.

Sampai dengan Jumat (28/8/2020), jumlah terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang tembus 723 kasus. ”Jika dibandingkan dengan angka kematian di seluruh Provinsi Jawa Timur, kami (Kabupaten Malang, red) lebih rendah. Kabupaten Malang 6,5 persen, sedangkan di Jawa Timur angka kematian akibat covid-19 mencapai 7,17 persen,” terang Aniswaty.

Jika di-zoom in, ada tiga wilayah di Kabupaten Malang yang memiliki tingkat kematian tertinggi akibat covid-19. Ketiga wilayah tersebut meliputi Kecamatan Singosari dengan 14 pasien covid-19 yang meninggal dunia. Kemudian Kecamatan Lawang ada 9 pasien dan Kecamatan Karangploso dengan 4 kasus.

Baca Juga : Hadapi Covid-19, Mobil Taktis Anti Huru-hara Diterjunkan

”Beberapa kecamatan tersebut memang menjadi wilayah dengan jumlah kasus positif covid-19 terbanyak di Kabupaten Malang,” sambung Aniswaty.

Sebagai tambahan, berdasarkan data terbaru yang dihimpun Dinkes Kabupaten Malang, dari 723 kasus positif covid-19 sebanyak 533 di antaranya dinyatakan sembuh.

Sedangkan jumlah pasien yang masih berjuang untuk sembuh ada 143 orang. Rinciannya, 51 pasien dirawat di rumah sakit, kemudian 76 pasien menjalani isolasi di rumah, dan 16 pasien sisanya dirawat di gedung observasi.