Kadinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo saat menjelaskan penyakit komorbid yang dapat memicu kematian pada pasien covid-19 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kadinkes Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo saat menjelaskan penyakit komorbid yang dapat memicu kematian pada pasien covid-19 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Setelah sempat stagnan mulai dari akhir bulan Juli 2020 lalu, jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Malang yang dinyatakan meninggal dunia kembali mengalami peningkatan pada pertengahan Agustus 2020.

Seperti yang sudah diberitakan, sejak 19 hingga 25 Agustus 2020, Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang mengonfirmasi ada penambahan 4 pasien positif covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia, setelah sempat stagnan selama hampir 1 bulan.

Baca Juga : Tak Semeriah Tahun Lalu, Grebek Suro Sumbermujur Digelar Dalam Suasana Pandemi

”Berdasarkan data terbaru, hingga Selasa (25/8/2020) ada 47 pasien covid-19 yang meninggal dunia,” kata Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo.

Sebanyak 47 pasien tersebut, dijelaskan Arbani, semuanya dinyatakan meninggal dunia lantaran memiliki riwayat penyakit bawaan. ”Pasien yang meninggal saat terpapar covid-19 itu, 100 persen meninggal karena memiliki komorbid (penyakit penyerta),” ungkap Arbani.

Jika di-zoom in, diterangkan Arbani, tidak semua penyakit komorbid dapat memperparah kondisi pasien covid-19. Dari data dan analisa Dinkes Kabupaten Malang, dari sekian banyak penyakit komorbid, hanya beberapa  yang dapat memicu kematian.

Beberapa penyakit komorbid yang tidak terlalu berpengaruh secara signifikan terhadap kondisi pasien covid-19 itu salah satunya adalah penyakit jantung. ”Meskipun dia (penyakit jantung) komorbid, tapi sebenarnya penyakit jantung itu tidak terlalu berpengaruh atau efeknya tidak terlalu besar terhadap pasien yang terpapar covid-19,” terang Arbani.

Lantas penyakit komorbid apa yang dapat memicu kematian terhadap pasien covid-19? Arbani mengaku dari 47 pasien yang meninggal, nyaris 90 persen di antaranya memiliki riwayat komorbid selain penyakit jantung.

”Pasien covid-19 di Kabupaten Malang yang meninggal karena memiliki penyakit jantung kemungkinan hanya sekitar 10 persen. Sedangkan yang paling sering atau yang terjadi sampai berakibat fatal hingga kematian Adalah komorbid yang bukan penyakit kardiovaskular (penyakit jantung),” ungkap Arbani.

Artinya, dari 47 pasien covid-19 yang meninggal, hanya berkisar antara 4 hingga 5 pasien saja yang meninggal lantaran memiliki riwayat penyakit jantung. Sedangkan lebih dari 40 pasien lainnya meninggal karena memiliki komorbid seperti diabetes, penyakit paru dan organ hati.

Baca Juga : Sehari, Pasien Covid-19 yang Jalani Isolasi Mandiri di Kabupaten Malang Bertambah 20

”Penyakit komorbid yang dapat memicu kematian itu contohnya penyakit diabetes, penyakit pada organ paru-paru, hingga penyakit yang menyerang organ hati seperti hepatitis dan serosis,” terang Arbani.

Alasan mengapa penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung tidak terlalu berakibat fatal, dijelaskan Arbani, lantaran penyakit pada organ yang bertugas menerima dan memompa darah ke seluruh tubuh tersebut tidak secara langsung menyerang sistem kekebalan tubuh.

”Itu (penyakit diabetes, paru, dan hati, red) adalah penyakit yang menurunkan ketahanan tubuh. Sedangkan penyakit jantung itu tidak menurunkan ketahanan tubuh atau imunitas,” ujar Arbani.

Sebagai informasi, sampai dengan Selasa (25/8/2020) jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 ada 699. Dari jumlah tersebut, 519 di antaranya dinyatakan sembuh.