Ilustrasi. (Foto: Istimewa).
Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

Meski kasus positif Covid-19 di Kota Malang masih terus mengalami lonjakan, tampaknya hal itu tak berpengaruh pada status kewilayahan. Sebab, hingga kemarin (Kamis, 20/8/2020) jumlah kasus positif covid-19 tembus angka 1.037. Namun, Kota Malang kini berstatus zona oranye.

Dari jumlah tersebut, penambahan kasus baru tercatat ada 8 orang.  Jumlah itu didominasi pasien dalam pengawasan (PDP) yang hasil swab-nya baru keluar. 

Baca Juga : Minta Bantuan Provinsi, Kota Malang Tunggu 28 Alat Ventilator untuk Pasien Covid-19

Jadi, hingga kini, pasien sembuh totalnya kini 608, pasien yang telah meninggal sebanyak 81, dan yang masih dalam pemantauan atau perawatan sebanyak 348.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, kembalinya Kota Malang berzona oranye ada kemungkinan berkaitan dengan kesembuhan pasien yang terus meningkat. Jumlah itu diiringi dengan penambahan kasus yang tak begitu tinggi setiap hari.

"Kita sekarang oranye. Bisa jadi itu kasus menurun dan tingkat kesembuhannya tinggi," ujarnya.

Lebih jauh, Juru Bicara Gugus Satgas Covid-19 Kotq Malang yang juga Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi acuan kota atau kabupaten turun zona. Beberapa indikator itu terbagi dalam tiga penilaian. 

"Faktornya banyak untuk penentuan zona itu turun. Dari epidemiologi, dari kesehatan masyarakatnya, dan dari layanan kesehatan. Ketiga indikator ini masing-masing ada sub-indikator penilaiannya lagi," jelasnya.

Baca Juga : Surabaya Kembali Zona Merah, Pemkot Malah Gelar Konser Musik Seminggu

Di samping itu, angka kesembuhan pasien terkonfirmasi positif covid-19 saat ini sudah cukup baik, yakni sekitar 56 persen. Hal inilah juga yang dinilai pergerakan dari petugas kesehatan dalam menjalankan 3T (tracing, treatment dan testing) telah berjalan sesuai ketentuan.

"Sekarang ini sudah sekitar 56 persen (angka kesembuhan). Apalagi angka kasus setiap harinya menurun. Artinya, kalau kita lihat teman-teman petugas kesehatan di dalam melakukan tracing ini sudah bagus, sudah bisa memilah dan memilih," pungkasnya.

Sebagai informasi, hingga kemarin (Kamis, 20/8/2020) angka pasien suspek totalnya 1.862 orang. Rinciannya, yang masih menjalani isolasi di rumah sakit ada 111, isolasi di rumah sebanyak 291, probable 78 dan discarded 1.382.