Budidaya kopi telah menjangkau hampir di seluruh Nusantara. Tidak heran apabila kopi begitu diminati masyarakat dalam menemani aktivitas sehari-hari, baik ngantor maupun nongkrong.
Sekarang ini cita rasa kopi kian beragam. Salah satunya kopi daun kelor. Kombinasi daun kelor beserta kopi asli bisa dinikmati dengan berkunjung ke rumah Safi’i (53) asal desa Klakah, Kecamatan Klakah, Lumajang.
Baca Juga : Agustinus Wibowo, Pria Asal Lumajang Spesialis Penjelajah Daerah Konflik
Proses pengolahan produk tersebut terbilang mudah. Tinggal menyerut daun kelor tua yang dikeringkan, kemudian dicampur dengan kopi asli. Dijamin, cita rasa istimewa dan sensasi berbeda menikmati kopi bisa langsung terasa.
"Sesuai dengan namanya, kopi daun kelor. Jadi ini ada campuran antara daun kelor dengan kopi asli," jelas Safi'i.
Safi’i mengaku membutuhkan waktu hingga satu minggu untuk mengolah produk tersebut. Hasilnya bisa sampai 100 kemasan produk kopi daun kelor.
Lamanya proses yang dilakukan ada pada tahap pengeringan, karena memang tidak bisa menggunakan sinar matahari.
Baca Juga : Ingin Melancong dan Sambil Kerja di Australia, Ikuti Jejak Rifki Asal Lumajang
Meski terbilang memakan waktu dalam proses pengerjaannya, harga kopi daun kelor ini sangat murah, hanya Rp 7.500 saja.
“Jadi, dengan harga yang terjangkau, semua orang bisa nyeruput kopi daun kelor asal Kabupaten Lumajang ini,” ujarnya.