Acara selamatan di Kota Batu sebelum adanya pandemi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Acara selamatan di Kota Batu sebelum adanya pandemi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75 tahun 2020 terasa akan sangat berbeda nanti, bagaimana tidak jika sebelumnya di tengah masyarakat menggelar kegiatan malam tirakatan atau tasyakuran kali ini ditiadakan. Ya di tengah pandemi Covid-19 malam tirakatan  ditiadakan.

Ditiadakannya malam tirakatan itu mulai dari tingkatan kota, kecamatan, kelurahan/desa, hingga RT/RW. Karena itu agar masyarakat memperhatikan arahan dari Pemkot Batu untuk tidak menggelar malam tirakatan.

Baca Juga : Kota Batu Gelar Upacara Terbatas, tanpa Ramah Tamah

“Iya betul, malam tirakatan HUR RI ke-75 harus ditiadakan melihat situasi dan kondisi, terlebih Kota Batu statusnya masih zona merah,” ucap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

Ia menambahkan, peniadaan malam tirakatan itu dilakukan karena masih dirundung pandemi Covid-19. Sehingga perlu dicegah dan diminimalisir dengan tidak membuat kegiatan yang mengundang keramaian.

“Karena pandemi covid-19 masih belum selesai, sehingga kita semua tetap perlu meningkatkan kewaspadaan bersama salah satunya meniadakan kegiatan malam tasyakuran,” imbuhnya.

Hal ini supaya dipatuhi agar muncul tidak adanya klaster baru di Kota Batu. Juga untuk menekan angka Covid-19 di Kota Batu. Meski demikian, perayaan HUT RI ke-75 ini masih terlihat cukup meriah dengan hadirnya dekorasi di setiap sudut jalan desa/kelurahan di Kota Batu. Seperti pernak-pernik bendera, hingga kreativitas kerlap-kerlip lampu.

Baca Juga : Tiga Hari Nihil Pasien Positif Covid-19 di Kota Batu, Tambahan 5 Sembuh

Melihat saat ini recovery rate Kota Batu mencapai 77,44 persen, dengan fatality rate 7,18 persen. Angka akumulatif 195 orang, rinciannya 151 diantaranya sembuh, 14 meninggal dunia, dan 30 orang menjalani perawatan.